Kepala Sekolah benar-benar memperkenalkan Safira pagi itu sebagai Guru baru yang akan mengajar mata pelajaran Fiqih. Fakhrul terdiam di mejanya sambil memikirkan semua kebetulan yang terjadi di antara dirinya dan Safira. Ia pergi dari sekolah yang lama untuk menjauh dari apa yang menjadi luka di hatinya. Tapi entah bagaimana, Allah justru bukan menjauhkan tapi malah semakin mendekatkan mereka berdua dengan pertemuan semalam. Kini Safira bahkan duduk di seberang mejanya seperti dulu di sekolah lama. Apa yang berubah? Apakah Allah memang tak mau ada yang berubah? Fakhrul meraih buku absen dan buku panduan untuk mengajar anak-anak di kelas 11. Ia melewati meja yang Safira tempati begitu saja tanpa mengatakan apapun. Safira tahu kalau Fakhrul mungkin tak suka dengan kehadirannya sekarang set

