Tok..., tok..., tok...!!! "Assalamu'alaikum." Lastri segera membukakan pintu di saat mendengar suara Gia di luar rumah. Ketika pintu rumah terbuka, Gia pun langsung mencium tangan Lastri, seperti biasanya. "Wa'alaikumsalam. Kamu kok datang sendirian? Mana suamimu?" tanya Lastri, pelan. "Suamiku pergi mengajar, Mi. Aku ke sini karena harus berbicara dengan Ummi," jawab Gia. Mereka pun segera masuk ke dalam, lalu duduk berdua di ruang tamu secara berdampingan. Gia menggengham tangan Ibunya dengan lembut. "Maafkan Gia, Mi, atas apa yang Gia lakukan kemarin," ujar Gia. "Tidak, Nak. Ummi memang salah. Ummi dibutakan oleh hasutan setan, yang membisik untuk memisahkanmu dari suamimu," balas Lastri. Gia tersenyum dari balik niqob-nya. "Ummi tidak salah. Ummi benar, karena ingin memperjuan

