Farid duduk tertunduk di hadapan kedua orangtuanya dan juga di hadapan kedua orangtua Gia, usai pulang dari rumah sakit. Wajah pria itu dipenuhi dengan kesedihan serta juga penyesalan, setelah tahu bahwa Gia begitu subur, dan dirinya lah yang tidak bisa memiliki anak. Dari ekspresi itu, semua orang sudah bisa menebak takdir apa yang menghampiri keluarga kecil tersebut. "Farid, ayo minta maaf pada kedua mertuamu, Nak," saran Rahmi. Farid pun mengangkat wajahnya, lalu menatap ke arah kedua mertuanya yang saat itu juga tengah menatapnya. "Tidak perlu!" cegah, Lastri Semua orang pun kembali terdiam. "Ceraikan anak saya!" tegas Lastri, tanpa berbasa-basi. Membuat Farid dan Gia sendiri pun terkejut sambil memegangi dadanya. "Astaghfirullahal 'adzhim," Agus mengusap dadanya yang kini teras

