EPILOG

572 Kata

Resepsi pernikahan itu digelar dengan meriah meskipun terpisah antara tamu bagi Ikhwan dan tamu bagi Akhwat. Safira tampak cantik sekali dalam balutan gaun pengantinnya yang sederhana. Kedua mata bening di balik niqob itu selalu memancarkan cahaya paling cantik yang pernah Gia lihat selama hidupnya. Gia memeluk erat sahabatnya saat datang di acara pernikahan itu. Safira menangis di pelukan Gia tanpa banyak berpikir kalau niqob-nya akan basah oleh airmata. "Sudah Ukhti Fira, sudah. Semua benar-benar sudah berlalu. Sekarang Ukhti Fira sudah harus memulai hidup yang baru bersama Akh Fakhrul," bujuk Gia. "Syukron Ukhti Gia. Semua kekuatan yang Ukhti Gia berikan pada saya telah membuat saya ada diposisi ini sekarang," ungkap Safira. "Tidak Ukhti Fira, semua kekuatan itu berasal dari diri Uk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN