Siapakah pengkhianat nya?

463 Kata
BAB 33 – SIAPAKAH PENGKHIANATNYA? Markas Besar Walker Corporation – New York Grayson menutup teleponnya setelah berbicara dengan Exelina. Matanya semakin gelap, rahangnya mengeras. Liam sudah keterlaluan. "Lucas," panggilnya dengan suara dingin. Lucas yang sedang berdiri di sudut ruangan segera mendekat. "Ya, boss?" "Siapkan semua orang kita. Aku ingin tahu siapa saja yang bermain di belakangku." Lucas menyeringai. "Aku sudah menemukan satu nama. Daniel Vaughn, salah satu anggota dewan kita. Dia bertemu dengan Liam dua kali minggu ini." Mata Grayson berkilat. "Bawa dia ke warehouse kita. Aku ingin bicara langsung dengannya." Lucas mengangguk. "I'll handle it." Grayson menyesap anggur merahnya perlahan. Ini bukan hanya soal bisnis. Ini soal harga diri. Liam telah menyentuh Exelina, dan sekarang ia mencoba menghancurkan Walker Corporation dari dalam. Satu hal yang pasti—tidak ada yang bisa menyentuh apa yang menjadi miliknya tanpa konsekuensi. --- Interogasi di Gudang Rahasia Beberapa jam kemudian, di sebuah gudang kosong di pinggiran kota New York, Daniel Vaughn duduk di kursi dengan tangan terikat di belakangnya. Wajahnya penuh keringat, matanya berputar liar. Di depannya, Grayson duduk dengan tenang, mengenakan jas hitam elegan. Lucas berdiri di sampingnya, memainkan pisau kecil di tangannya. "Daniel," Grayson memulai dengan nada santai. "Aku ingin kau jujur padaku. Berapa harga yang diberikan Liam padamu?" Daniel menelan ludah. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, Grayson." Lucas terkekeh, lalu berjongkok di depan Daniel. "Dengar, Vaughn. Aku orang yang sabar, tapi bosku di sini tidak sebaik itu. Jika kau tidak bicara, aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi selanjutnya." Daniel menggertakkan giginya, berusaha tetap kuat. "Aku tidak melakukan apa pun!" DOR! Sebuah peluru melesat dan menghantam dinding di samping kepala Daniel. Pria itu berteriak, tubuhnya gemetar ketakutan. Grayson menurunkan pistolnya dengan ekspresi tetap dingin. "Kau tahu aku tidak suka pengkhianatan, kan?" Daniel mengangguk cepat. "O-oke! Aku akan bicara!" Grayson menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatapnya tajam. "Aku mendengar." Daniel menarik napas dalam-dalam. "Liam mendekatiku beberapa bulan lalu. Dia menawarkanku dua kali lipat dari gajiku jika aku membantunya menjatuhkanmu. Dia ingin aku membocorkan informasi keuangan Walker Corporation dan meyakinkan beberapa investor untuk menarik dana mereka." Grayson tidak bereaksi. "Dan kau melakukannya?" Daniel menggeleng putus asa. "Aku hanya memberikan informasi kecil! Aku bersumpah, aku tidak membocorkan rahasia besar!" Lucas memutar pisau di tangannya. "Tetap saja, itu pengkhianatan." Daniel menangis ketakutan. "Grayson, aku mohon! Aku bisa menebusnya! Aku bisa membantu membalikkan keadaan!" Grayson menatapnya lama, lalu akhirnya berkata, "Aku akan memberimu kesempatan kedua." Daniel menghela napas lega. "Tapi dengan satu syarat." Grayson berdiri dan mencondongkan tubuhnya ke depan. "Kau akan menjadi mata-mataku. Kau tetap berhubungan dengan Liam, pura-pura masih bekerja untuknya. Tapi setiap informasi yang kau dapat, kau laporkan padaku. Mengerti?" Daniel mengangguk cepat. "Iya! Aku mengerti! Aku akan melakukan apa saja!" Grayson tersenyum kecil. "Bagus. Kalau begitu, permainan dimulai." --- TO BE CONTINUED…
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN