Yellow Umbrella

1323 Kata

“Felice, sayang…” Kini sudah menginjak pukul lima sore. Seharusnya gadis kecil itu berlari dari kamar dan menyambut papanya. Kemudian Chris akan memeluk Felicia dengan senyum lelah yang terpatri, sambil mencium pipi. Namun aneh, tak ada respon sedikitpun. “Felice, honey? Kamu di dalam?” Tangan Chris memutar kenop pintu berlapis cat putih itu. Mengedarkan pandangan ke ruang kosong yang bersuhu delapan belas derajat. Bahkan boneka dan plushie nya masih rapi. Tandanya Felice belum pulang. “Niken, kamu sama Felice?!” Tak ada jawaban juga dari Niken. “Where’re they?” Chris menggumam. Pengasuh putrinya ini memang suka di dapur kalau sore. Memasak atau ungkang-ungkang di hammock dekat halaman belakang. Felice suka memeluk kaki Niken tatkala gadis itu tengah memasak. Namun sore ini ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN