“Ya Tuhan, Felice, kamu nggak apa-apa?” Chris setengah berlari begitu melihat sosok putrinya. Anak kecil itu berdiri sendirian di depan restoran cepat saji, sambil memegang balon dan permen loli. Wajah kecilnya mengerut bingung melihat papanya yang ketakutan. “Oh my god, are you okay, honey?” Felice mengangguk. Kembali memakan permennya. “Kamu ke sini sama siapa?” “Sama tante.” “Tante siapa, sayang?” Felice menggeleng. Ia tak tahu namanya. “Tante baik. Tante beliin aku es kriim!!” Chris mengernyit dalam. Tante baik siapa yang dimaksud? “Kamu sendirian, sweetheart?” Felicia menggeleng. Ia menoleh ke belakang dan menunjuk seorang wanita yang baru keluar dari pintu. Chris mengalihkan pandangan—menatap sosok ini. Mereka saling tatap. “Nova?” Betul, itu Nova. “Apa kabar, Pak Chris

