Mereka bicara—usai Risma mendorong Chris ke kamar mandi. Pasalnya pria itu terus saja meraup bibirnya alih-alih fokus. Ia juga tak tahan dengan sengatan bau alkohol yang menusuk hidung. Usai pintu kamar terkunci, Risma melepas satu per satu kemeja merah Chris dengan susah payah. Lalu melorotkan celananya, mendorong tubuh kekarnya ke kamar mandi dalam, sebelum menyalakan shower. “Anda harus mandi, Pak Chris. Baru kita bisa bicara.” Di sini Risma benar-benar mirip ibu yang mengurus bayi besar. Christian tak menolak—lebih tepatnya tak mampu menolak karena kekasihnya berkata, “Saya bakal telepon polisi dan melaporkan penyusupan kalau anda nggak mau turuti apa kata saya.” Yang membuatnya harus melakukan perintah gadis itu. “Wait,” tangan Christian mencekal. Risma tertahan. Ia tak mengucap

