*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Nabila dilarikan ke Puskesmas terdekat. Rafiq beserta anggota lain jelas saja panik, apalagi melihat wajah Nabila yang sudah memucat lengkap dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya. Saat ini Nabila tengah ditangani oleh bidan yang bertugas, selang infus sudah tertancap di tangan gadis itu. Dan beberapa warga yang tadinya ikut mengantarkan gadis itu sudha berpulangan ke rumah masing-masing. "Fiq, aku balek ke posko dulu, kasian cewek-cewek nya sendiri." Rafiq mengangguk, begitu Arjun keluar kebetulan Andrian yang sampai di puskesmas sambil ngos-ngosan. "Di mana Nabila?" Tanya Andrian to the point. Rafiq yang menduga bahwa lelaki ini adalah lelaki yang sama yang menelpon tadi langsung memberi tahu di mana Nabila berada. "Di sana bang, lagi d

