*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Kondisi nabila berangsur membaik. Gadis itu sudah terbangun dan tengah menikmati sarapan paginya yang berupa bubur tanpa rasa. Saat ini yang berada di ruangan itu hanya dirinya dan juga Andrian sendiri. Sedangkan Dito yang melihat dirinya sudah sadar hanya menyapa, lalu berbicara sebentar dengan Andrian dan langsung berpamitan pulang. "Makanya, lain kali makan aja terus cabe itu sepohon-pohonnya. Biar sekalian mencret." Nabila mengerucutkan bibirnya tidak suka. Abangnya ini sudah tau sang adik sedang sakit bukannya di sayang malah kena ceramahi Mulu. Abang gak ada akhlak memang. "Pak bos Andrian, marahnya nanti dulu yah. Dedek lagi mau menikmati makan dulu." Andrian yang mendengar itu hanya bisa mendengus dan pasrah. Lagian melihat adiknya sudah bi

