Bab 63 : Kapan ke pelaminan, Bunda?

1052 Kata

*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Rian tiba di rumahnya dengan keadaan basah kuyup, akibat mencari Nabila tadi. Ia melihat ayahnya yang sedang tertawa terpingkal-pingkal menonton serial drama cina yang dapat ia ketahui dari bahasa yang digunakan. "Assalamualaikum," ujar Rian masuk ke dalam rumah, mengalihkan atensi Atmaja dari serial di hadapan nya. "Waalaikumsalam, tumben anak bujang cepet balek, biasanya mangkal dulu di bawah lampu merah." Rian mendengus kesal, ayahnya selalu saja mencari gara-gara, dan untuk saat ini ia masih malas meladeni tingkah absurd sang ayah. Biarkan saja si duda yang tidak keren itu ngoceh sesukanya. Pokoknya bodo amat! "Woy, anak bujang! Kok diem aja. Kenapa? Putus cinta lagi?" "Ayah, kalau misah nih dulu ummi minta ayah buat nikahi sahabatnya, ayah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN