|| Chapter-43 ||

1107 Kata

Malam itu juga Bara pulang ke rumah ibunya. Suara ibunya tersenggal dan Bara takut jika terjadi sesuatu dengan ibunya selama dia tidak ada. Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit, akhirnya Bara pun sampai di rumahnya. Dia sampai mengabaikan pesan masuk dari Tiffany yang terus menanyakan keadaan ibunya. Serahkan Bara sendiri juga belum tahu apa yang terjadi dengan ibunya saat ini. Masuk ke rumah tanpa mengetuk pintu, Bara dikejutkan dengan banyak orang di rumahnya. Kedua orang tuanya yang langsung menyambut Bara dengan senyum bahagia. Tak lupa juga dengan ketiga tamu mereka yang langsung melemparkan senyum manis mereka pada Bara. "Mama nggak papa?" ucap Bara sambil menyentuh kedua bahu ibunya. Elisabeth menggeleng, "Mama baik." "Terus kenapa tadi telpon aku suaranya kayak orang seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN