|| Chapter-44 ||

1274 Kata

"Pas pake mobil lo kenapa ada cincin pertunangan atas nama Gretta." kata Arkana. Bara hanya diam.saja tanpa mau menjawab ucapan Arkana. Sejak diawal jam yang lalu, pandangan Bara begitu kosong. Dia hanya mampu memangku gitar listrik dengan pikiran yang berkelana kemana-mana. "Bara!!" panggil Arkana kembali dengan nada tinggi. Bara menoleh, "Ngapain lo teriak? Gue nggak tuli, Ar!!" "Gue 'kan cuma ngetes doang. Itu telinga masih berfungsi dengan jelas atau nggak." Bara mendengus, dia pun kemarin gitar yang sejak tadi dia pangkuan di sampingnya. Mengambil satu batang rokok dan mulai menikmatinya. Jika sudah seperti ini, Arkana tahu masalah hidup Bara pasti berat. "Cerita gih, kenapa lo tumben banget ngerokok." Dengan pelan tapi pasti, Bara pun mulai bercerita. Dimana semalam ibunya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN