Meskipun Tiffany belum tahu sepenuhnya apa maksud ucapan Bara, wanita itu hanya diam saja ketika Bara menarik tangannya untuk masuk ke pekarangan rumah di hadapannya. Tiffany menanti nafasnya dalam, sesekali menyakinkan kan dirinya jika semuanya akan baik-baik saja. Ibu Bara akan menerimanya dengan lapang d**a, meskipun Tiffany bukan dari kalangan artis minimal menghargai Tiffany datang ke rumah ini tanpa membawa buah tangan. "Mam … ," panggil Bara. Pria itu menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, sesekali menatap Tiffany yang langsung menundukkan kepalanya, "Kenalin Mam ini Tiffany, pacar Bara." ujarnya malu. Wanita paruh baya itu menatap penampilan Tiffany dari atas hingga bawah, seolah tengah menilai penampilan Tiffany yang tidak seberapa ini. Hanya dengan kaos putih pas body, kem
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


