RENUNGAN Rinjani masih sering menangis sendiri di kamarnya, ia menutup wajahnya dengan bantal erat-erat. Kejadian buruk itu telah berlalu selama dua minggu dan Rinjani masih saja merasakan pahitnya. Aisyah, Adam dan bahkan Ariana pun telah membujuknya, namun mereka gagal. Ridwan pulang dari kantornya dan melihat Ibunya telah menunggu di teras rumah. Ia pun mendekat untuk mencium tangan Wanita itu. "Assalamu'alaikum Bu," ujar Ridwan. "Wa'alaikum salam Nak," balas Ariana. "Kenapa Ibu ada diluar? Seharusnya Ibu ada di dalam dan menoton tv kan?." "Ridwan..., Ibu mau bicara," ujar Ariana. "Soal Rinjani?," tanya Ridwan. Ariana menganggukkan kepalanya. "Ibu tenang saja, malam ini aku berencana datang ke rumah Paman Adam dan bicara dengannya," ujar Ridwan. "Rinjani tidak akan mau...,"

