2

1093 Kata
"jadi ini rumah yang lo siapin buat Jennie" ucap Joy melihat rumah baru yang dirinya dan Taehyung akan tempati. "rencananya sih gitu, tapi tiba-tiba istri gue berubah jadi lo" ucap Taehyung "terlalu besar ini, bersihinnnya susah" ucap Joy "ada pembantu Joy, katanya lo mau males-malesan sambil wifian" ucap Taehyung sambil meletakan pakaian Joy dilemari. "trus kita bobo bareng gitu" ucap Joy "iyalah, kitakan suami istri" sahut Taehyung "Joy lo bawa celana dalem 5 doang" ucap Taehyung "6 sama yang gue pakai" sahut Joy "kok Bhnya tiga berarti 4 sama yang lo pakai" ucap Taehyung "masa, tadi gue asal masuk-masukin" ucap Joy "pakaian lo juga dikit, kita tinggal disini lo Joy bukan liburan" ucap Taehyung menghitung pakain Joy yang hanya tiga buah baju tidur dan 2 kaos serta 1 celana training. "apa gunanya pembantu kalau gak nyuci" ucap Joy bersedekap menatap Taehyung "gak ada gaun gitu" "ngapain gue pakai gaun dirumah" "ya kali mau jalan-jalan sama teman-teman lo" "jalan-jalan mah pakai kaos sama celana training cukup, pakai baju tidur ke mal juga gak apa-apa lagian baju tidur gue sopan-sopan gak kaya dimajalan lo dulu" ucap Joy "itu bukan majalah gue tapi jimin. Gue lempar juga kepala lo pake koper" "iyain biar palli la la " ucap Joy "masa lo mau pakai baju tidur ke kantor gue" "ngapain ke kantor lo?" "ngepel sama cuci piring" salut Taehyung kesal "gue nyuci piring? Satu piring setahun kalau gak tiba-tiba piringnya lenyap" ucap Joy "ayo belanja beli baju buat lo biar gak kaya gembel" ucap Taehyung "ogah" ucap Joy, Taehyung mendekati Joy lalu mendendong Joy seperti beras. "hp gue jatuh, banyak foto abs Sehun kalo rusak gimana?" teriak Joy memukul-mukul bahu Taehyung. "beli lagi" sahut Taehyung berjalan keluar sambil mengendong Joy lalu memasukan Joy kedalam mobil. . . Taehyung mengadeng Joy masuk kesebuah mall yang besar, dirinya dulu biasa mengantar Jennie belanja tentu hafal tempat-tempat dijual pakaian-pakain yang bagus dan dirinya yakin akan cocok dengan Joy. "sekarang pilih terserah lo, nanti gue bayar" ucap Taehyung "ada album EXO gak?" ucap Joy "Joy? kita beli baju bukan beli album, cepet pilih minimal 10 baju 5 gaun 20 daleman kalau gak wifi dirumah gue cabut dan 5 sepatu" ucap Taehyung "okey tapi wifi jangan dicabut" ucap Joy menatap Taehyung kesal, lihat saja nanti dirinya akan mengadu ke ibu Taehyung biar anaknya diceramai serta memperlakukan dirinya seperti barang. Joy memilih-milih baju, jujur Joy bingung ditambah lagi dirinya pernah membeli baju sendiri. Biasanya dirinya akan memakai apapun yang ibunya pilihkan untuknya. "Taehyung lo aja deh yang milih, gue gak tahu. Gue bisa pingsan kalau milih" ucap Joy "tinggal pilih gitu apa susahnya, dasar cewek. Nanti gue pilih ini lo maunya itu trus apa gunanya pendapat gue" omel Taehyung. "curhat lo Tae" ucap Joy menatap prihatin Taehyung. "mbak mbak pilihin baju yang bagus buat istri saya" ucap Taehyung kepada salah satu pegawai. Lagi pula Taehyung prihatin dengan ekspresi tersiksa Joy disuruh memilih baju bukan disuruh ke medan perang melawan pasukan dinosaurus. . . Joy memijat-mijat kakinya karena pegal . "pegel? Letakin sini biar gue pinjetin" ucap Taehyung menunjukan pahanya sendiri "ogah nanti gue ternodai" ucap Joy "jarang loh cogan mau mijitin" "gak makasih" . . Baru sehari menjadi istri Taehyung, Joy benar-benar merasa tersiksa secara lahir. Dirinya dipaksa belanja dimall lalu sekarang dirinya disalon sedang didandani. Joy berfikir apa jangan-jangan Taehyung mau menjual dirinya? Lagi pula buat apa menjual dirinya, Taehyung sudah kaya buktinya tadi lelaki itu sudah mengambur-hamburkan uang hanya membeli pakaian untuknya. Satu jam terasa satu juta tahun bagi Joy, tapi saat mantengin bias satu jam hanya terasa satu menit. Sebuah teori-teori yang tidak bisa otaknya pecahkan, kenapa waktu begitu cepat. Taehyung duduk sambil membaca majalah-majalah bisnis walaupun dirinya hanya mencari-cari gambar-gambar yang hanya ada dirinya. Tidak jarang dirinya masuk majalah bisnis, bukanya sombong dirinya adalah satu-satunya pengusaha paling tampan menurut ibunya. Taehyung sekali-kali melirik jamnya, tenang jam Taehyung jam asli guci bukan jam mainan yang jarum jamnya tidak berputar. "pak Taehyung kami sudah selesai" ucap seorang pegawai salon lalu membuka tirai, Joy berdiri tidak ada senyum-senyumya menatap Taehyung kesan dan membuat tawa Taehyung pecah membuat pegawai merasa bingung. Dirinya sudah meriah Joy seperti putri yang cantik, Joy sebenarnya sudah cantik. "makasih ya mbak" ucap Taehyung mengandeng Joy keluar salon. "jangan cemberut atau gue cium" "mau gue cekik " ucap Joy "mulai sekarang lo harus panggil gue mas atau sayang" "biar apa?" "biar apa ya, ya pokoknya harus" "kok lo banyak nuntut sih tae, merasa terbodohi gue" ucap Joy Mobil Taehyung melaju menuju suatu tempat dengan diiringi musik k-pop beserta suara-suara Joy yang menyanyikan secara asal karena tidak tahu lirik lagunya. "gud bai gud bai na..na.. nan... na...na...." "i fill so energik"  Joy lelah sendiri menyanyi, Tidak butuh waktu lama mobil Taehyung berhenti disebuah restoran. "jangan keluar dulu, gue bukain" ucap Taehyung keluar dari mobilnya lalu berlari kecil mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk Joy. "makasih ya, saya kasih bintang 5 karena sudah bukain pintu" ucap Joy tertawa. "kasih bonus ciuman juga boleh" ucap Taehyung "dosa pak dosa ciuman-ciuman" balas Joy, bersama dengan Joy membuat Taehyung merasa kembali menjadi dirinya sendiri. Hatinya tiba-tiba menghangat dan merasa bersyukur kalau pilihannya kali ini tepat. Taehyung merasa dirinya akan mudah jatuh cinta dengan Joy. Dulu Taehyung memang sempat menyukai Joy waktu SMA, tapi dirinya terlalu takut untuk mendekati Joy. Seperti cinta yang tidak tersampai dulu kini muncul kembali. "ayo" ucap Taehyung mengenggam tangan Joy. tangan Joy yang dingin menjadi hangat karena genggaman jemari Taehyung yang saling bertautan dengan dirinya. Gak boleh baper, ingat dia Taehyung bukan Sehun EXO batin Joy Sebagai perempuan normal tentu merasa tersentuh dengan perlakukan sederhana dari seorang lelaki. . . . Joy tersenyum dan kini dirinya mengerti sekarang kenapa Taehyung mengajak dirinya kesini. Lelaki itu ingin menujukan seberapa bahagianya kepada mantan kekasihnya Jennie yang sedang duduk didepan mereka Nyeri, Joy merasakan sedikit nyeri dihatinya. "Taehyung kamu tidak suka mentimunkan, untukku ya" ucap Jennie tersenyum mengambil mentimun dipiring Taehyung. Joy kaget, sejak kapan Taehyung tidak suka mentimun? Perasaan kemarin dirinya melihat Taehyung memakan mentimun satu plastik. Apa kemarin Taehyung kerasukan makhluk halus. Apa Taehyung hanya memakan plastik saja? "gue suka timun kok Jen, yang gue gak suka adalah orang yang sok tahu tapi nyatanya gak tahu apa-apa" ucap Taehyung menatap Jennie tajam. Joy merasa dirinya seperti menonton sebuah drama indosiar yang judulnya sangat panjang. "Aku mau tanya apa kalian dijodohkan, aku sangat penasaran bukanya kemarin kamu memohon-mohon untuk tidak putus dariku Taehyung" ucap Jennie menatap Joy sinis. Taehyung mengepalkan tanganya, kenapa waktu itu dirinya bodoh sekali. Sedangkan Joy tiba-tiba penasaran bagaimana Taehyung memohon, itu bisa dijadikan bahan ledekan lelaki itu. Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN