3

1034 Kata
"Joy, gue minta maaf ya. Gue gak bilang kalau mau ketemu jennie" ucap Taehyung "buat apa minta maaf, lagian gak ada salahnya lo ketemu dia. Kangen itu wajar " "gue gak kangen jennie kok, dia yang ngajak dan gue gak mau ketemu sendirian " "masa, kangen ayo ngaku aja" ucap Joy mencolek-colek dagu Taehyung Awalnya memang Joy sedikit kesal ingat ya hanya sedikit. SEDIKIT. "siapa yang kangen buat apa kangen sama dia, ah gue menyedihkan ya" "emang" "gak ada kata lain selain itu, menyebalkan" "lah ngambek kaya bayi, Taehyung bayi Taehyung bayi. Minum s**u dulu biar bobonya nyenyak" ledek Joy. "gue bukan bayi mau buktiin" ucap Taehyung menatap Joy lalu menindih tubuh Joy . "lo mau ngapain?" "mau buktiin kalau pria" ucap Taehyung tersenyum mengerikan bagi Joy, seperti om-om m***m. "gue bilangin bunda loh" "bilangin aja, paling bunda bakal seneng bentar lagi punya cucu" ucap Taehyung semakin mendekatkan wajahnya ke Joy menatap mata Joy. Seakan terhipnotis, Joy merasa aneh sekali pada dirinya. Tatapan Taehyung seperti magnet . Cup Kecupan lembut mendarat dibibir Joy, awalnya Taehyung hanya iseng saja mengerjai Joy. Tapi dirinya tergoda untuk mengecup bibir Joy. Rasanya begitu lembut saat bibir Taehyung menempet dibibir Joy, dirasa tidak ada penolakan dari Joy. Taehyung mulai melumat lembut bibir Joy, Joy memejamkan matanya menikmati rasa baru yang belum pernah dirinya rasakan. . . Keesokan harinya Joy terbangun rasanya tubuhnya terasa pegal semua, dirinya melihat sebelahkan Taehyung masih terlelap. Mengingat tentang kejadian tadi malam membuat dirinya malu sendiri, bisa-bisanya dirinya terbuai dengan sentuhan Taehyung yang memabukan. Selain itu dirinya juga mendengar sebuah kata dari mulut Taehyung membuat dirinya merasa aneh. "semoga jadi" bisik Taehyung tersenyum mengelus perut Joy Jadi apa? Joy benar-benar bingung dengan jalan pikiran Taehyung. Lalu Taehyung mengatakan kalau mencintainya, tentu dirinya tidak kaget sebagai makhluk hidup harus saling mencintai. "Kamu sudah bangun? Masih sakit ya?" ucap Taehyung menatap Joy yang terlihat melamun. "aku tidak melakukannya secara kasarkan? Aku hanya mengikuti naluriku" ucap Taehyung mengecup pipi Joy membuat Joy sadar dari lamunannya. "ngapain cium-cium gue" ucap Joy menyingkirkan tangan Taehyung dari perutnya, bukannya melepaskan tanganya tapi Taehyung malah memeluk Joy semakin erat sehingga tubuhnya dan tubuh Joy saling menempel. "Joy main lagi yuk kaya tadi malem " ucap Taehyung "gak mau gak mau" Joy berteriak mengerakan tubuhnya agar Taehyung melepaskan pelukanyanya tapi nyatanya dirinya tercipta menjadi perempuan dan sekarang dirinya kelelahan. Taehyung terkekeh melihat Joy yang kelelahan dan bertambah sexy. "kenapa gak mau, tadi malem aja keenakan" ucap Taehyung "dasar m***m" ucap Joy ketus "gak apa-apa m***m sama istri sendiri" ucap Taehyung Entah kenapa Joy tiba-tiba merasa takut, kalau seandainya Taehyung menceraikan dirinya dan kembali ke Jennie. "aku gak akan kembali jennie kok, jangan mikir yang gak enggak-enggak" ucap Taehyung seolah-olah membaca pikiran Joy . "aku sayang kamu Joy, mungkin terlihat aneh tapi aku juga gak bisa kendaliin perasaan sendiri" ucap Taehyung menatap Joy tulus. Tapi Joy tetaplah Joy. "bukanya sebagai manusia harus saling menyayangi" "bukan itu maksud aku sayang" "jangan panggil sayang-sayang geli" "mau mandi bareng?" "ogah" . . Taehyung adalah pemimpin yang ramah namun tegas membuat dirinya disegani dan dihormati oleh pegawainya. Perusahaan yang bergerak dibidang teknologi selain itu juga produk sandang dan pangan. Seakan roda berputar membuat nilai saham perusahaannya menurun, tentang pajak yang selama ini tidak terbayarkan. Padahal Taehyung sudah sudah sering mengeluarkan tanda tangan sejumlah uang untuk pembayaran pajak dan entah uang yang harusnya dibayar kenegara malah tidak dibayarkan. Beberapa aset perusahaan disita. Tidak hanya itu salah satu pegawainya terlibat dalam kasus suap. Taehyung menceritakan semuanya kepada Jennie tentang hal tersebut. Jennie yang takut Taehyung bangkrut dan jatuh miskin lebih memilih memutuskan pertunangan mereka berdua. Taehyung memang kacau dengan hal tersebut ditambah lagi Jennie yang tiba-tiba memutuskan pertunanganya. Tapi Taehyung sadar dirinya tidak boleh terlalu larut dengan itu, nasib banyak orang ditanganya. Taehyung yang cerdas mampu membuat semua kembali seperti semula, membuat dirinya semakin berhati-hati dalam memberikan tanda tangan. Selain itu setelah diselidiki ada beberapa berkas dengan tanda tangan palsu miliknya. Jennie yang melihat berita tersebut kaget sekali, dirinya hendak menemui Taehyung dan kembali kepada lelaki itu tapi dirinya malah melihat berita pernikahan Taehyung. Jennie tersenyum mungkin masih ada kesempatan, mengingat tanggal pernikahan Taehyung sekarang adalah tanggal mereka berdua merencanakan pernikahannya. . . . . "Joy mau ikut aku kekantor?" tanya Taehyung sambil memakai dasinya, sedangkan Joy masih sibuk menonton variety show korea sambil tertawa-tawa. Joy lebih memilih melarikan diri dengan menonton variety show yang dirinya tonton, dirinya terlalu takut kalau tiba-tiba dirinya mencintai Taehyung. Setidaknya bisa menenangkan hatinya walau sebentar. "di kantor aku wifinya kenceng loh, ada kamar juga kamu bisa tiduran kalau laper bisa aku pesenin makanan" ucap Taehyung mencoba membujuk Joy. Setelah kejadian tadi malam Taehyung merasa tidak ingin berada jauh dari Joy, dirinya ingin selalu didekat Joy padahal dengan Jennie dirinya tidak begini. "Joy" ucap Taehyung memeluk Joy dari belakang "gak usah ganggu, kerja aja cari uang yang banyak" ucap Joy "ikut ke kantor yuk" ucap Taehyung "males, masih sakit kalau jalan" ucap Joy "tapi enakan" ucap Taehyung tersenyum mengecup pipi Joy "lepasin tae, jangan ganggu" ucap Joy padahal apa yang diucapkan mulutnya tidak sejalan dengan hatinya. "aku gendong deh" bujuk Taehyung "sayang sayang sayang kesayangan Taehyung" ucap Taehyung mengeratkan pelukannya "lepasin Tae gue mati ini mati" ucap Joy memukul-mukul tangan Taehyung. "aku lepasin tapi ikut" "yaudah iya, ada wifikan" "ada kok" Taehyung tersenyum menutup laptop Joy memasukan kedalam tas. "aku mandi dulu  tunggu 5 menit" ucap Joy berlari menuju kamar mandi, Taehyung tersenyum melihat pintu kamar mandi tertutup secara kasar berharap kalau pintunya lepas sekalian. . . Joy duduk dikursi yang biasa Taehyung tempati sedangkan lelaki itu malah meninggalkan dirinya sendirian untuk rapat. Joy memutar-mutar kursinya karena lapar, laparnya tidak hilang malah kepalanya pusing. Pesanan yang tadi dipesan juga belum datang. Joy tidak pernah merasa sesantai ini dalam hidupnya, biasanya dirinya harus bangun pagi untuk berangkat kerja, tempat Joy bekerja dulu sangatlah ketat. Telat sedikit potong gaji, kerjaan belum selesai harus selesai tidak jarang dirinya pulang malam dan tidak dapat uang lembur. Menikahi Taehyung dirinya harus merasa bangga, Joy tersenyum sampai dirinya tidak sengaja menyenggol salah satu berkas milik Taehyung yang berada dimeja. "mampus lo mampus" ucap Joy bergerak cepat memungut berkas tersebut takut kalau itu berkas penting dan Taehyung murka berubah menjadi hulk. tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN