4

1014 Kata
Taehyung kembali keruanganya sambil tersenyum, dirinya tidak sabar untuk melihat Joynya. Taehyung merasa seperti remaja yang jatuh cinta, Taehyung berjalan sambil bersiul-siul. Bawahan Taehyung sudah biasa dengan sifat pimpinannya yang aneh tapi tidak mengurangi sikap hormat mereka. Rasa sakit ditinggalnya kini dirinya mendapatkan kebahagiaan yang lebih. Taehyung membuka setengah pintu ruanganya, menyembulkan kepalanya mencari-cari keberadaan Joy. terlihat Joy sedang menatap berkas dimejanya, Taehyung yakin Joy pasti menjatuhkan berkas itu. Taehyung membuka pintu dengan pelan berjalan secara pelan. Makin lama makin dekat kearah Joy "ehm ehm" "jangan berisik nanti gue dimarahi Taehyung gara-gara berkas ini, padahal gue gak sengaja tiba-tiba jatuh sendiri" ucap Joy masih fokus menatap kembali. "emang Taehyung galak ya?" "iya dulu aku waktu di SMA pernah dimarahi gara-gara lupa pake sabuk padahal dia bukan siapa-siapa osis juga bukan Cuma kakak kelas yang songong, udah gitu sok pemes sok ganteng" ucap Joy belum sadar kalau orang didepannya adalah Taehyung. Taehyung tidak marah, dirinya memang dulu sengaja memarahi Joy agar lebih akrab. Taehyung juga merasa istimewa Joy masih mengingat kejadian itu. "tapi ganteng kan?" "gantengan Sehun" ucap Joy tersenyum lega akhirnya semua rapi seperti semua, dan tiba-tiba seperti sebuah film berhenti. "abaikan, saya hantu" ucap Joy berjalan cepat tapi kalah cepat dengan tangan Taehyung yang menarik dirinya membuat posisi mereka menjadi berpelukan. "lucu banget sih, aku bukan bocah yang bisa dibohongi sayang" ucap Taehyung lembut sambil mengecup pucuk kepala Joy. "kamu belum keramas ya, bau" ucap Taehyung,Joy yang tidak terima mendorong d**a Taehyung. Taehyung terkekeh melihat wajah kesal Joy. "bodo tae bodo" ucap Joy berjalan kesofa lalu merebahkan dirinya menutupi wajahnya mengunakan bantal. Joy bisa mendengar tawa Taehyung yang begitu menyebalkan dan membuat dirinya malu. dan dirinya tidak keramaskan gara-gara Taehyung lupa membelikan dirinya sampo. Pokoknya semua salah Taehyung. . Taehyung tersenyum berjalan kesofa meletakan kepalanya disofa sambil berusaha merebut bantal yang menutupi wajah Joy. Joy kesal sekali Taehyung benar-benar menyebalkan dan sialnya kenapa lelaki itu harus tampan, rasanya dirinya tidak tega mencakar-cakar wajah Taehyung. Megoda Joy akan menjadi hobby yang menyenangkan, sekali-kali Taehyung menusuk-nusuk pipi Joy yang mengembung kebiasaan dulu waktu SMA yang tidak berubah. Taehyung menangkup kedua pipi Joy. "mau ngapain lo" ucap Joy menatap Taehyung kesal, Taehyung benar-benar menguras emosinya. "jangan tunjukan ekspresi ini kepada lelaki manapun, bisa-bisa kamu digigit seperti ini" Taehyung mengigit pipi Joy. Joy yang tidak terima memukul kepala Taehyung, membuat Taehyung terjungkal dan tubuh Joy menindih Taehyung. "kalau mau minta peluk bilang, gak usah malu-malu" ucap Taehyung, Joy yang menyadari posisinya menjadi malu sendiri. Karena malu dan biar sekalian malu-maluin Joy menengelamkan kepalanya didada Taehyung. "eh" ucap Taehyung terkekeh memeluk Joy yang berada diatasnya dan tangan satunya mengusap-usap rambut Joy. . . Didepan pintu dua orang paruh baya menatap mereka berdua sambil tersenyum. "aku rasa Taehyung dan Joy perlu dikirim untuk liburan" ucapnya "sebentar lagi pasti punya cucu yang lucu-lucu seperti mereka berdua" jawab perempuan paruh baya yang ternyata ibu Taehyung. Ibu Joy dan ibu Taehyung tadi kerumah mereka untuk menemani Joy dari pada kesepian. Lalu kata pembantunya mereka berada dikantor, mereka kira Taehyung memaksa Joy berkerja tapi nyatanya iya berkerja untuk membuat cucu. . . "Tae, lepasin sih tangannya dari tadi megangin tangan gue mulu kaya gak punya tangan aja" ucap sambil berusaha melepas genggaman tangan Taehyung. "Masa pegang tangan istri gak boleh" jawab Taehyung sambil mengusap-usap tangan Joy yang digenggamnya mengunakan jempolnya. Sedangkan pak supir bernama ong hanya menatap iri sambil menyetir mobil. Setiap hari yang dirinya pegang hanya setiran mobil. "Joy cium" "Ogah" " malu ya" Taehyung lalu menarik tiraii sekat pembatas agar supirnya tidak melihat. "Udah sekarang gak ada yg lihat" ucap Taehyung sambil memajukan bibirnya ke arah Joy, tapi denga cepat Joy memukul bibir Taehyung. "Jahat" Taehyung bersedekap d**a sambil menatap keluar jendela. "Bodo" "Yaudah gue balik sama jennie" ucap Taehyung. Joy yang mendengarnya bingung mau bereaksi bagaimana yg dirinya rasakan hatinya terasa nyeri. "lo beneran masih sayang sama jennie ya" "Iya, jennie orangnya pengertian kalau gue cium gak nolak dan juga cantik" ucap Taehyung dan tanpa sengaja membuat hati Joy terasa lebih nyeri. Mata Joy tiba-tiba terasa pedas seperti ada yg mencolok matanya. Joy sadar dirinya bodoh mau maunya menikah sama orang yang gamon kaya Taehyung. Hubungan Jennie dan Taehyung juga tidak main-main, mereka hampir menikah. Tapi nasi sudah menjadi tidak mungkin dimasukan lagi ke usus. Apalagi tuduhan dari seseorang yang mengatakan kalau dirinya merebut Taehyung dari Jennie. Kata kata pedas yang dilontarkan, kata kata yang Joy coba lupakan, kata kata yang menyudutkan dirinya. Tidak ada yang tahu Joy menyimpan sendiri dan melampiaskan menonton drakor yang sedih, setidaknya kalau dirinya menangis tidak ada yang tau kalau itu bentuk sakit hatinya. "Joy" Taehyung kesal sendiri karena Joy tidak marah atau cemburu, kalau begitu dirinya harus bekerja keras lagi agar Joy semakin jatuh cinta padanya. Taehyung tidak akan membiarkan Joy. Taehyung sadar kalau dirinya sangat mencintai perempuan yang sekarang menjadi istrinya. Mungkin terlihah aneh padahal dirinya baru saja kehilangan Jennie perempuan yang dirinya anggap segalanya. Pusat dunia Teahyung. Tapi rasa sakit itu masih saja membekas dihatinya. Dirinya ingin melihat Jennie sakit hati kepadanya meski hati kecilnya tidak tega. Taehyung melirik Joy disampingnya dan tersenyum lembut. Maafkan aku joy. Aku rasa aku kencanduan dengan tubuhmu dan berharap kalau kamu mengandung anakku batin Taehyung. Taehyung menangkup kedua pipi Joy mengecup bibir lembut dan manis milik Joy berkali kali. "Cium cium ba" ucapan Joy terhenti karena lumatan lembut Taehyung dibibirnya. Lagi lagi Joy merasa terlena dengan kebahagiaan yang dirinya anggap semu. Sedangkan Ong yang mendengar suara-suara aneh bangku dibelakang menyalakan musik dengar keras agar mereka sadar kalau dimobil ini ada dirinya bukan setan. . .. . . Tidak selang lama mereka sampai dipekarangan rumah. Jarak kantor dan rumah 15 menit belum lampu merah yang banyak sekali, ditambah tadi ada trus yang bannya kempes. Taehyung membantu Joy memakai kaos kembali sedangkan milik mereka masih menyatu. "Gak mau bangun? Apa main lagi? Aku gak masalah tapi jangan disini sempit" "Gak mau"ucap Joy masih lemas tapi tidak berajak dari duduknya. Dirinya masih ingin berada diposisi seperti ini, gak tau tapi rasanya enak aja. Pantes banyak orang yang suka ena ena. Mau bilang pingin lagi tapi malu, nanti diledekin. Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN