5

1104 Kata
Menikah ? Hal yang awalnya tidak pernah terfikirkan di otak seorang Joy yang mempunyai impian menikah dengan idolanya. Mengerikan dan menakutkan yang ada dibayangannya. Tapi desakan dari orang tua jika tidak mau dijodohkan dengan om om botak serta perut buncit anak dari juragan ayam. Joy benar benar frustasi saat itu, sehingga menerima tawaran Taehyung untuk menikah. Setidaknya Taehyung cocok kalau dibawa kondangan untuk dipamerkan. Joy yang mempunyai dunia sendiri sedikit demi sedikit atau entah karena naluri seorang istri, mulai belajar hal hal kecil seperti mengikat dasi Taehyung yang berakhir bibirnya harus menjadi korban Taehyung. Joy tidak pernah menyangka kalau Taehyung semesum itu, dirinya sengaja melihat lihat isi ponsel Taehyung dan laptop lelaki itu yang tergelak dimeja dekat tempat tidur untuk mencari video wikwikwik tapi tidak menemukan, yang ada hanya beberapa foto Taehyung dan Jennie prewed. Melihat foto itu membuat Joy jari jarinya berbuat nakal menekan tombol delete. Marah? Tentu lelaki itu tidak marah. Atau mungkin... Tapi entah kenapa dirinya juga mengunci pintu kamar tidurnya sehingga Taehyung tidak masuk namun sial Taehyung mungkin dulunya maling sehingga bisa masuk sendiri dengan ajaib. "Kenapa dikunci pintunya?" "Tenang kalau kamu lagi nonton w****k gak apa apa, kita nonton bareng sekalian praktik" Taehyung menengelamkan kepalanya dibelakang leher Joy yang sedang fokus menonton drakor. "Sayang ..." Taehyung berucap lembut sambil meniup-niup telinga Joy entah dengan maksud apa? Joy merasa geli mengeser tubuhnya menghindari Taehyung. Joy entah kenapa malas sekali melihat Taehyung, dadanya yang tiba-tiba sesak padahal seingat dirinya , dirinya tidak memakai bra. Joy kesal kembali mengeser tubuhnya tidak sadar kalau posisinya ditepi tempat tidur. Bruk ..... "Hahahahahahahaha" tawa Taehyung pecah melihat Joy yang terjatuh dari ranjang. Joy merasa dirinya ingin lenyap mejadi butiran debu, sial sial. Joy berdiri lalu berjalan cepat meninggalkan Taehyung yang otaknya mungkin telah berpindah di dengkul. Joy semakin kesal tanpa melirik Taehyung. Brak.... Gebrakan pintu membuat Taehyung menghentikan tawanya dan menoleh. "Joy jangan marah, aku khilaf" teriak Taehyung bangkit dari kasur. Taehyung mencari cari keberadaan istrinya yang ingin dipeluk dan unyel unyel. "Sayang" teriak Taehyung berharap kalau Joy menyaut dirinya. "Joy joy joy gak muncul aku telanjangin loh" "Astaga kok gue m***m tapi gak apa apa yang penting ganteng" "Mana sih bocah" "Gak bocah deng masa bocah bikin bocah" "Eh emang udah jadi bocahnya" "Le kenapa, belum minum obat?" ucap pembantu ibunya Taehyung yang dirinya minta untuk bekerja padanya. "Lihat my baby joy gak bi" "Oh tadi lari ke kolam" "Makasih bibi yang mirip mimi peri" ucap Taehyung berlari meninggalkan perempuan paruh baya yang mengelus dadanya. . . "Sayang" ucap Taehyung berjalan sambil melompat lompat mendekati Joy yang sedang duduk dipinggir kolam. Taehyung berhenti memperhatikan Joy yang mengusap matanya lalu berjalan cepat, entah kenapa dirinya menjadi takut. Takut Joy marah dan pulang kerumahnya lalu siapa yang akan menghangatkan tempat tidurnya. Selain itu sudah menjadi kebiasaan Taehyung bangun lebih dulu memperhatikan wajah istrinya yang tertidur seperti orang mati. Taehyung akan berpura pura tidur saat Joy membuka matanya, dan dirinya suka saat Joy membangunkan dirinya walaupun kadang menyebalkan. "Ada yang sakit?" Tanya Taehyung yang mendekati Joy , duduk disamping Joy. "Kamu nangis? Mana yang luka? Nanti lantainya aku marahi" ucap Taehyung memegangi kedua tangan Joy yang hendak menutupi wajah Joy. "Apaan sih? , situ kenal saya" Joy memalingkan mukanya, air mata terus mengalir. "Kamu gak amnesia kan? Aku Taehyung suami kamu" "Bodo" ucap Joy ketus berusaha melepas tangannya dari genggaman Taehyung. "Jangan dipaksa lepas, nanti jatuh ke kolam , mau?" Joy mengeleng. Taehyung terkekeh melihat Joy yang seperti sedang merajuk seperti keponakannya yang masih balita. "Aku minta maaf ya, jangan nangis ya" Taehyung berbicara lembut menghapus sisa sisa air mata yang keluar dari mata Joy. "Mau aku gedong?" Ucap Taehyung . . . ."Joy pakain aku dasi?" Ucap Taehyung berinisiatif menyerahkan dasi ditangannya, senyum Taehyung mengembang saat Joy menoleh kepada dirinya. "Punya tangankan, pakai sendiri" ucap Joy ketus lalu mengalihkan pandangannya. Taehyung sangat bingung sekali sikap Joy berubah ubah seperti bunglon, padahal tadi malam saat tidur siapa yang mepet mepet dirinya minta dipeluk. Lalu pagi harinya Joy tiba tiba cuek lagi kepada dirinya dan yang lebih mengagumkan lagi. Istrinya tiba tiba menghilang dipagi hari, menonton spongebob di ruang tengah. "Yaudah aku pakai sendiri" ucap Taehyung menatap Joy kecewa, Joy hanya melihat Taehyung dari sudut matanya. Joy juga tidak tahu kenapa dirinya bersifat kekanakan seperti ini, rasanya dirinya ingin mendengar kata maaf dari mulut Taehyung. Joy juga tidak tahu apa salah lelaki yang telah menjadi suaminya, padahal dirinya yang salah telah menghapus foto foto di ponsel dan laptop Taehyung. Harusnya Taehyung marah, kenapa jadi dirinya. Memikirkan tentang itu membuat kepala Joy menjadi pusing sediri. "My wife ini udah bener belum" ucap Taehyung polos memakai dasi dikepalanya entah dengan tujuan apa. Menjadi bodoh agar istrinya memperhatikan dirinya, Taehyung suka dengan perhatian kecil dari Joy membuat dadanya menghangat. Terkadang dirinya juga cemburu dengan Hanbin dan Daniel yang menjadi benda kesayangan Joy. Hanbin adalah nama Laptop milik Joy dan Daniel adalah nama ponsel milih Joy. Joy menoleh sekilas ke Taehyung tatapan matanya tertuju pada dasi yang terikat dikepala Taehyung. "Duduk" perintah Joy membuat Taehyung tersenyum lalu duduk dimeja didepan Joy. Joy berdiri melepas dasi dikepala Taehyung lalu memasangkan dikerah kemeja yang Taehyung pakai. Taehyung tersenyum senang meperhatikan dari dekat wajah istrinya. Mulai dari kening, mata, pipi, hidung hingga bibir Joy yang menjadi favoritnya selain dua benda yang terbungkus milik Joy. "Makasih my wife" ucap Taehyung menarik pinggang Joy lalu memeluknya. "Lepas atau gue jambak sampai botak" "Nanti malem aja jambaknya sekalian desah, ah taehyunghh" "Aw sakit" teriak Taehyung kencang yang mendapatkan cubitan dipinggangnya. "Makanya kalau ngomong disaring paham" ucap Joy "Baik nyonya" ucap Taehyung mengangguk. "Udah sana kerja cari uang yang banyak" ucap Joy "Baik nyonya , hamba kerja dulu" ucap Taehyung membungkukan badannya Cup Taehyung mengecup bibir Joy kilat lalu berlari menuju pintu. "Waras gak sih dia, padahal kan pengin lagi" "Astaga Joy , virus Taehyung merusak sistem kerja otakmu nak" monolog Joy menepuk nepuk kepalanya berharap kalau semua virus m***m Taehyung lenyap, bukannya lenyap tapi malah Joy membayangkan yang aneh-aneh. "Tolong kembalikan kesucian otakku" monolog Joy . . Didepan mobil Taehyung berdiri memikirkan sesuatu, nampaknya kecupan kilat tadi tidak membuat dirinya puas. Dirinya ingin merasakan lebih dari sekedar kecupan. "Ong kasih majikanmu ini ide" ucap Taehyung kepada supirnya "Lo itu jomblo jadi pasti gak punya ide" ucap Taehyung cepat membuat Ong ingin menendang kepala majikannya. Suara dering ponsel Taehyung membuat Taehyung kesal sendiri karena mendapatkan panggilan sekretarisnya yang mengingatkan rapat. "Pokoknya nanti pulang gue mau minta jatah double " Tbc.. Selamat tahun baru guys. Doanya semoga saya selalu dapet ide buat cerita , Dan mood baik buat nulis ... Semoga yang baca makin banyak Gak pelit vote sama koment
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN