14.a

1166 Kata
"mbak Joy , kamu gak ajak Taehyung kesininya" tanya Jungkook "gak" "kenapa, Taehyung nakal sok sibuk. Untuk dokternya saya sudah cakep perhatian baik hati dan tidak sombong" "tapi Jomblo" ucap Joy tertawa "mbak ada masalah sama pak Taehyung? Sini saya siap mendengarkan curhat tapi 5 menit aja kalau lebih biaya nambah" ucap Jungkook "aku belum bilang Taehyung , Jung" "sudah aku duga, kenapa mbak mau cerai sama Pak Taehyung tenang saya punya temen yang pengacara kerjaannya ngegame sama tidur doang" "amit-amit Jung, aku Cuma bingung bilangnya. Ada ide" "tinggal bilang aja mbak Joy hamil" "kalau gitu gak spesial" "biar spesial kasih martabak" "ide bagus, aku sisipin foto USG ke bungkus martabak. Wah ternyata kamu berguna juga Jung" ucap Joy tersenyum "aku pergi dulu ya pak dokter" ucap Joy "salim" ucap Jungkook menyodorkan tangannya "siapa situ" ucap Joy menjitak kepala Jungkook Joy tersenyum sambil menngelus perutnya, dirinya merasa sangat bahagia dan takut sebentar lagi akan menjadi ibu. Bahagia karena akhirnya bisa memberi penerus sehingga keturunannya tidak punah. Dirinya takut tidak bisa menjadi ibu yang baik. Joy melihat sekeliling terdapat ibu muda dengan perut besar bersama dengan lelaki yang mungkin suaminya yang berjalan menuju ruang dokter. Joy membayangkan posisi tersebut dan Taehyung mendampinginya alangkah bahagia pastinya. Mengingat Taehyung, Joy teringat rencananya untuk memberi tahu Taehyung kehamilannya. Tidak ada kata terlambat untuk mengatakan, lagian Joy yakin ini anak Taehyung. Tidak mungkin juga dirinya hamil karena melihat abs Sehun, bayi tercipta karena pertemuan s****a dan sel telur bukan abs dan mata. . . Ditempat lain Taehyung merasa gusar ini sudah hari ke 6 sejak dirinya bertemu dengan Jungkook dan Joy belum memberitahu dirinya tentang kehamilannya. Kecewa tentu Taehyung merasa kecewa tapi dirinya tidak bisa marah atau memaksa Joy untuk mengatakannya, bisa-bisa Joy stres dan mempengarui kandungannya. Yang Taehyung utamakan saat ini adalah membuat Joy bahagia agar bayi dikandungan Joy juga merasa bahagia. Joy juga tidak meminta yang aneh-aneh kepada dirinya, paling minta gendong sirumah. Tidak mau ditinggalkan kalau tidur, bahkan malam-malam dirinya ingin buang air kecil Joy ikut masuk. Taehyung juga tidak sabar menunggu kelahiran baby embul, kata ayahnya dirinya harus membuat baby mbul yang banyak miniman 11 sedangkan ayah Joy menginginkan 12 baby mbul. Tapi kata ibunya melahirkan itu sakit, dirinya tidak berencana jumlah baby embulnya terserah Tuhan mau memberi berapa. Taehyung juga berfikir mungkin Joy sedang menyiapkan kejutan saat memberitahu dirinya, Taehyung hanya perlu bersabar sampai Joy memberitahu sendiri, Taehyung juga sudah berlatih terkejut saat Joy memberitahukannya nanti. . . Joy sudah membeli martabak untuk Taehyung, tapi nanti martabaknya buat Taehyung satu potong dan sisanya untuk dirinya. Joy tersenyum membayangkan reaksi Taehyung, pokoknya jika reaksi Taehyung tidak sesuai harapannya Joy akan minta adegan ulang. Joy membaca satu-satu pesan dari Taehyung, Joy sengaja tidak membalas agar Taehyung merasa kesal. Taehyungpong pong bola pingpong: My wife Taehyungpong pong bola pingpong: Yu dimana? Taehyungpong pong bola pingpong: Cogan gini dikacangin okey fix ngambek Taehyungpong pong bola pingpong: Gak jadi ngambek deh kan sayang Taehyungpong pong bola pingpong: Gabut, Taehyungpong pong bola pingpong: Laper Taehyungpong pong bola pingpong: Udah siang jangan lupa makan makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna 6 Taehyung eh gak deng Taehyung itu nilainya 11 Taehyungpong pong bola pingpong: Joy aku nelpon rumah kamu gak ada Taehyungpong pong bola pingpong: Kamu gak kabur kan? Taehyungpong pong bola pingpong: Syang sayang sayang opo kowe krungu Taehyungpong pong bola pingpong miscall 69x Joy : Aku meluncur ke kantor kamu Taehyungpong pong bola pingpong: Bilang dong Ati-ati ya See you my wife . . . Joy meletakan ponselnya didalam tas matanya tidak sengaja melihat seseorang, Joy mencoba untuk acuh tapi hati nuraninya berkata lain. "Pak berhenti dulu" ucap Joy lalu membayar taxy dan keluar melihat dari dekat apa yang terjadi. Joy tidak tahu kalau hal tersebut bisa menjadi masalah yang besar dalam hidupnya . . .. . . . Joy memperhatikan dari balik tembok menekan aplikasi sirene polisi yang baru dirinya download, untung saja koneksi internetnya lancar. Terlihat lelaki yang mendengar suara siliner itu mendorong seorang perempuan dengan memar diwajahnya, seorang yang Joy kenali. Setelah memastikan lelaki itu pergi dengan hati-hati Joy mendekat, Joy pernah dalam posisi tersebut. Posisi dimana tidak ada orang yang tahu selain dirinya, Joy juga tidak menceritakan kepada orang tua dan keluarganya. Joy pernah menolak seorang lelaki, padahal dirinya sudah berbicara dengan cara halus tapi lelaki itu tidak terima malah menjampak dan menampar dirinya. Joy yang lebih lemah tentu kalah berharap ada orang yang menolongnya nyatanya hanya air mata yang mengalir. "kamu gak apa-apa " tanya Joy lembut memberikan tisu kepada perempuan yang sedang tertunjuk sambil menahan tangisan, perempuan itu mendongak ingin mengucapkan siapa yang menolongnya tapi melihat Joy perempuan itu malah tertawa membuat Joy bingung. "gak usah sok pahlawan, gue gak butuh bantuan lo" ucapnya mencoba berdiri dengan sigap Joy membantunya berdiri . "gak usah bantu gue" ucapnya mendorong Joy, Joy yang kaget terjatuh dan tiba-tiba perutnya sangat sakit sekali. "ini semua gara-gara lo Joy, lo yang rebut Taehyung dari gue" ucapnya, Joy tersenyum menahan sakit bulir-bulir keringat mulai membasai keningnya. "kenapa salah gua, lo sendiri jen yang sia-siain Taehyung. Kurang baik apa coba Taehyung, dia rela buat ibunya terluka Cuma buat lo dan rela nampung lo dirumah kami. Kalau gue jadi Taehyung mungkin gue gak akan peduli sama lo" "gak butuh ceramah lo" ucap Jennie menatap Joy kesal tanpa niatan membantu Joy berdiri, Joy mencoba berdiri sendiri. "salah lo sendiri sia-siain Taehyung, kenapa harus nyalahin gue dengan apa yang terjadi sama lo" ucap Joy "lo yang bodoh Jen, dan asal lo tahu bukan Taehyung yang minta gue jadi istrinya. Awalnya gue kasian dia kelihatan frustasi dan jangan salahin seiring berjalan waktu kita saling jatuh cinta" lanjut Joy Jennie terdiam dirinya sadar ini semua salahnya tapi didepan Joy dirinya tidak ingin menjadi seorang yang disalahkan. "terserah lo mau benci atau gue gak au" ucap Joy terhenti, dirinya tidak bisa menahan rasa sakit diperutnya. "Joy" Jennie yang awalnya tidak peduli menjadi kaget melihat darah yang mengalir ke kaki Joy dan detik berikutnya Joy tidak sadarkan diri. "tolong " teriak Jennie mulai panik dirinya benar-benar ketakutan, Jennie menyingkitkan niat buruknya untuk meninggalkan Joy. Joy sudah menolong dirinya dari lelaki b******k yang hampir membunuhnya, tidak dipungkiri kalau Joy menyelamatkan nyawanya. Harusnya Joy tidak peduli tapi Joy terlalu baik, Jennie sadar kalau ada sesuatu yang istimewa dari Joy yang membuat dirinya merasa iri. Jennie berdiri mencari Taxi untuk membawa Joy kerumah sakit. . . Prang Gelas didekat Taehyung tidak sengaja dirinya senggol dan Taehyung merasa firasat buruk, Jantungnya berdetak sangat cepat. Ponsel Taehyung berbunyi, Taehyung melihat sekilas pemanggil tersebut lalu meletakan ponselnya. Jennie terus terusan menelponnya membuat dirinya merasa sangat kesal, Joy yang katanya sedang dalam perjalanan tapi tidak kunjung datang membuat dirinya makin khawatir. "halo ada apa lagi Jen" teriak Taehyung "gak usah bercanda, gak usah nipu gue" ucap Taehyung menutup panggilan dari Jennie lalu mencari kontak Joy lalu menelponnya tapi hanya suara dari operator yang menjawab. Jennie panik dan kesal sendiri, suara ponsel Joy didalam tas tidak dirinya dengar. "Joy ayo bangun" ucap Jennie menepuk-nepuk pipi Joy tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN