11

1383 Kata
"kok perasaan saya gak enak ya, kok kepikiran mbak Joy" monolog Jungkook yang sedang beristirahat diruangannya. "apa saya aja yang nikung dari pada nunggu si doi yang gak garcep-garcep" "tapi kata bunda gak boleh nikung, tapi peraturan dibuat untuk dilanggar eh tapi gimana nasib gebetan saya" "pusing pala saya" "tapi kalau sampai Taehyung buat kakak kesayangan saya bersedih, saya jadiin daging Taehyung dengan sayur kol" Jungkook mengambil ponselnya lalu mengirim pesan untuk Joy. Personal Chat (Jungkook x Joy) Jungkook : Mbak, temenin nonton musik bank kuy bintang tamunya Sehun Joy : Serius Sehun? omg Sehun serius gak hoak Jungkook : Gak tahu kata temen-temen di grup bakal nampilin penampilan spesial sespesial martabak telor Mau ya.. Mau dong .. Masa gak mau.. Gratis loh... Saya udah beli tiket 10 yang 8 saya jual dengan harga tiga kali lipat Terus ingat mbak Joy jadinya saya sisain 2 satu buat saya satu buat mbak Joy Joy: Dasar makelar Ok deh mau Jungkook : Mau saya jemput? Joy : Jangan, ketemu ada didekat senayan Jungkook : Siap Izin sama pak Taehyung biar saya gak digebuki Joy : Iya Sebelum pesan dari Jungkook sebenarnya Joy juga mendapatkan pesan dari seseorang yang berisi ajakan yang sama tapi Joy menolaknya karena Joy tidak merasa cukup akrab, dirinya juga tidak terlalu mengenal. sedangkan Jungkook atau Mingyu teman satu genknya dirinya sudah mengenal cukup lama, walaupun mereka sering mengejek dirinya yang tukang halu  tapi mereka punya sifat menjaganya bukan hanya dirinya tapi Hayoung dan Yerin. Pernah Yerin ditampar mantan pacarnya dan besoknya Jungkook serta Mingyu langsung menemui lelaki itu. Bagaimana ya jika dirinya mengadu kalau Jennie menyakitinya astaga Joy gak boleh gitu batin Joy. . . . . Personal Chat (Jimin x Taehyung) Jimin : Taehyung, lo gila biarin Jennie tinggal bareng kalian Gak punya otak atau gimana Gak mikiri perasaan Joy Taehyung : Bacot Jimin : Lo masih suka sama jennie? Kalau iya lepasin Joy Biar Joy bahagia Taehyung: Siapa lo ngatur gue Dan satu lagi gue gak bakal lepasin Joy gimanapun caranya Jimin : Bacot Inget lo udah janji sama orang tua lo, orang tua Joy sama abangnya Joy sama gue juga Gue Cuma peringatin kalo abangnya Joy tahu, kepala lo bisa ditebas pakai katana Taehyung : Bacot Jimin : Gue bilang gini bukan buat lo tapi Joy Sepupu gue Jadi cowok yang kosisten dan bertanggung jawab Mati saja sana ditebas Chanyeol Lo pikir ancaman Chanyeol main main Joy juga manusia punya batasan (read) . . , . Seulgi dan Jimin yang mengunjungi rumah Taehyung merasa geram saat ada Jennie disana dan tidak ada tanda-tanda Joy. "gimana dibales" tanya Seulgi "gak tahu, nanti kita bawa aja Joy biar tahu rasa tuh bocah" bisik Jimin "kalian kapan pergi, sepupu kesayangan kalian gak ada disini" ucap Jennie dengan nada angkuh dan sombong seolah-olah tuan rumah. "cih, gak tahu malu ya. Dulu aja sok-sok putusin pertunangan dengan Taehyung tapi sekarang malah jadi benalu dirumah orang" ucap seulgi "udah bun" ucap Jimin "diem kamu, aku mau ngomong sama benalu" ucap Seulgi "benalu, Joy yang pelakor hubungan gue sama Taehyung" "plis ya, kamu pikir saya gak tahu kejadiannya kelakuan kamu" ucap seulgi "lihat aja siap-siap kamu masuk penjara, kamu tahukan aku siapa?" lanjut Seulgi "cih, lo pikir gue takut" jawab Jennie "terserah lo mau ngapain sama Taehyung tapi kalau bersangkutan sama Joy, aku gak segan bertindak" ucap Seulgi "ayo yah, kita pergi dari sini. Aku muak lihat benalu" ucap Seulgi mengandeng Jimin keluar. Jimin tentu tidak membantah menyela ucapan Seulgi disaat yang tidak tepat bisa dirinya berujung tidak mendapatkan jatah. . . 22.00 WIB Taehyung berulang kali melihat pintu membiarkan televisi yang menonton dirinya "Taehyung kamu gak ngantuk" ucap Jennie merebahkan kepalanya dipundak Taehyung "minggir" ucap Taehyung mendorong kepalanya Jennie membuat Jennie terjatuh dari kursi dan Taehyung tidak peduli. Walaupun dirinya membalas chat Jimin dengan tidak sopan itu untuk menutupi kegalauan hatinya , ditambah lagi chat terakhir jimin memuat dirinya takut dan bergegas menuju rumah. Tapi nihil dicari dimana-mana Joy tidak ada, pesan dan telponnya tidak diangkat. Joy kalau kemana-mana selalu bilang kepada dirinya walaupun kadang dirinya melarang tapi yang namanya Joy tidak peduli larangannya. Bukan apa-apa dirinya takut Joy terluka dan dirinya sadar perkataanya tadi pagi menyakiti Joy. Egois Taehyung ingin egois, dirinya tidak ingin Joy marah kepadanya karena menampung Jennie. Taehyung juga tidak alasan untuk mengusir Jennie, Jennie belum punya tempat tinggal dan dirumahn ya Jennie aman karena b******n yang mengancam Jennie tidak berani menginjakan kaki dirumahnya. "Taehyung" ucap jennie manja hendak memeluk Taehyung tapi Taehyung segera menepisnya, jika Joy tiba-tiba datang dan salah paham bisa-bisa dirinya kehilangan Joy selamanya. Taehyung berdiri membuat Jennie yang mau menyandarkan kepalanya dipundak Taehyung, terjatuh dan kepalanya terkena ujung kursi. "ngapain pikirin pelakor itu, paling dia cari mangsa baru" ucap Jennie mulai kesal "diem atau angkat kaki dari rumah ini" ucap Taehyung yang habis kesabaranya, dirinya tidak terima jika Joy direndahkan. , . . "yaampun Sehun ayo bajunya lepas ayo" teriakan seorang perempuan yang mengoyangkan-goyangkan lightsticknya sambil berteriak histeris "daddy Chanyeol aku hamil anakmu" ucap seorang perempuan lagi menunjuk-nunjuk perutnya yang sedikit membuncit " Kai, itu botol beruntung sekali" teriak perempuan satunya dan banyak teriakan-teriakan lainnya yang membuat suasana makin panas. Mereka adalah Joy dan Hayoung sedangkan perutnya membuncit itu Yerin. Jungkook sedari tadi menatap Yerin dan Joy ngeri. "kalian berdua jangan lompat-lompat bisa gak sih" bisik Jungkook "iya yer, lo hamil jangan lompat-lompat" ucap Joy "kamu juga mbak Joy" ucap Jungkook "gue oh iya iya gue kan hamil setelah melihat Sehun, yaampun bang sini aku lapin keringetnya " Teriak Joy. Ponsel yang dari tadi menyala-nyala dan ratusan pesan dirinya abaikan, tidak selang lama perampilan IU membuat Jungkook berteriak girang "mbak IU saya suamimu" teriak Jungkook tidak kalah kencang dengan fanboy lain. "pacar saya itu pacar saya" teriak Jungkook menunjuk diri sendiri "kalau tambah mingyu makin rame" ucap Yerin , Joy dan Hayoung mengangguk, "woy itu kembaran saya woy" teriak Jungkook menunjuk salah satu member BTS "jodoh gue itu V BTS" teriak Yerin "jodoh gue cukup Sehun" ucap Joy yang menganut bias is mine dan dirinya biasa war dengan Yerin sedangkan Hayoung hanya menonton jika Joy dan Yerin mulai war tapi setelah war mereka akan damai setelah lelah. Tidak terasa waktu berlalu sangat cepat, stres yang Joy alami sedikit berkurang. Jungkook berlari menuju apotik membeli sesuatu untuk memastikan sesuatu. Tidak selang lama Jungkook menuju kafe tempat Hayoung, Yerin dan Joy berkumpul menunggu jemputan dari suami-suami mereka. "mbak Joy coba pake ini, kali aja tebakan saya benar" ucap Jungkook menyerahkan testpack untuk Joy. Sering Jungkook bisa menebak wanita yang hamil atau tidak sedari dirinya kecil semenjak tebakanya selalu benar dirinya bercita-cita menjadi dokter kandungan dan syukurlah semua tercapai. "ayo Joy coba, gue temenin" ucap Hayoung "biasanya tebakan Jungkook benar" lanjut Yerin semangat, dirinya senang kalau Joy hamil semoga anaknya berlawanan Jenis dengan anaknya sehingga bisa dijodohkan. . . . Ditempat lain Taehyung masih gelisah mondar-mandir dan berusaha menelpon Joy. Taehyung ingin bertanya kepada orang tua Joy apa perempuan itu pulang tapi dirinya ragu. Semoga kamu gak apa-apa sayang batin Taehyung Jennie menatap kesal kepada Taehyung, padahal ada dirinya ada disini tapi mengawatirkan w************n seperti Joy. Jennie benci melihat Taehyung begini, Joy tidak pantas untuk Taehyung. Jennie yakin Joy tidak akan kembali kesini, mengingat pertengkaran Joy dan Taehyung tadi pagi. "Joy angkat plis" ucap Taehyung yang dari tadi hanya operator yang menjawab Taehyung merasa begitu takut dan kosong, dirinya takut jika Joy benar meninggalkanya. Mungkin benar kata orang jika ditinggalkan dulu baru menyadari semuanya tapi sejak awal Taehyung sudah jatuh hati pada Joy walau awalnya ragu. Taehyung menyesali perkataanya tadi pagi, walaupun Joy belum mencintainya tapi perempuan mana yang tidak risih ada perempuan lain dirumah mereka. Perempuan yang tidak ada hubungan darah. Taehyung menatap sekilas Jennie dan Jennie yang yang ditatap tersenyum manis. Jennie merasa Taehyung mulai tergoda dengan dirinya. "Jennie lebih baik kamu bersiap-siap untuk pergi dari sini" ucapan Taehyung membuat Jennie bagai disambah petir "kamu tega biarin aku tidur dijalanan" Taehyung menghembuskan nafas lalu berlari kekamarnya mengambil dompet. "pakai ini untuk tinggal dikos, ini cukup untuk satu tahun" ucap Taehyung menyerahkan goldcard untuk Jennie. "Taehyung aku" "aku tidak ingin kehilangan Joy" ucap Taehyung tegas "kamu tega kehilangan aku" "iya, bersiaplah sekarang. temanku ada yang punya kos-kosan aku akan kirim alamatnya" ucap Taehyung ketus dan kembali mencoba menelpon Joy tapi sialnya hanya operator yang menjawab tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN