9

1212 Kata
"mbak Jennie sini ngomong empat mata sama aku" ucap Joy duduk didekat Jennie yang asik menonton televisi seperti dirumah sendiri. Udah numpang gak tahu diri, gak tahu apa siaran yang ditonton itu berbayar batin Joy "gak usah sok berkuasa deh, sebentar lagi posisi kamu bakal tergeser sama gue" ucap Jennie "bentar lagi Taehyung pasti balik sama gue secara gue sama Taehyung udah pacaran lama sedangkan lo, hanya pelakor yang memanfaatkan situasi" ucap Jennie dengan nada mengimindasi "pelakor ? gak salah ?" ucap Joy masih dengan nada tenang, Joy berfikir jika dirinya terlihat lemah maka akan mudah ditindas. Masa seorang Joy adiknya Chanyeol Kusuma Widianto yang biasa dirinya tindas kalah sama Jennie. "lo ngaca, apa bagusnya lo? Aneh banget Taehyung pilih lo yang gak selevel" "aku udah ngaca, kata kaca aku perempuan tercantik sedunia" ucap Joy "lagian mbak Jen itu cantik, kenapa gak cari laki-laki lain, kaya gak laku aja deketin lelaki yang udah bersuami" ucap Joy "terserah gue Taehyung aja gak ngelarang, lebih baik lo siap-siap pergi sebentar lagi Taehyung bakal campakin lo" ucap Jennie "bilang aja gak laku, cih cantik cantik gak laku huhuhuhuhu" ucap Joy tersenyum remeh mencemohooh Jennie Jennie yang tidak terima dengan perkataan Joy melayangkan tanganya untuk menampar pipi Joy. Plak Tamparan keras mengenai pipi Joy, Joy tidak terima mulai membalas tamparan dari Jennie. "sialan lo, dasar pelakor murahan" ucap jennie tidak terima mulai menjambak rambut Joy, Joy tidak mau kalah. Orang tuanya saja tidak menampar dirinya dan Jennie bukan siapa-siapanya menampar dirinya, masa bodoh dengan kondisi Jennie yang katanya belum sehat betul. "gue udah sabarnya hadepi lo yang selama ini jadi benalu, rasakan ini" ucap Joy menarik keras rambut Jennie membuat Jennie membalas menarik keras rambut Joy. Rasanya panas dan sakit kepala Joy seperti copot begitu juga dengan Jennie tapi mereka dua tidak ada yang mau mengalah. "lo yang pelakor rebut-rebut tunangan orang" "tunangan? Bukanya situ yang putusin" teriak Joy yang sudah diambang emosinya. Joy mengigit lengan Jennie membuat Jennie merakan sakit yang amat dalam kulitnya seperti terkoyak lalu mendorong Joy membuat Joy terjatuh. Jduk Kepala Joy mengenai keramik lantai yang sangat keras, Joy merasa sangat pusing. Jennie handak menyerang kembali Joy tapi tiba-tiba dirinya kaget melihat Joy yang terlihat pingsan. Jennie mulai panik. Bagaimana kalau Joy mati, tapi syukurlah kalau mati jadi gak ada saingan lagi untuk mendapatkan Taehyung. Tapi bagaimana jika ada yang tahu, Jennie menenangkan diri menyiapkan sekenario jika hal-hal buruk terjadi. . . . . Ekpetasi tidak sesuai realita itu yang dirasakan Joy, berharap seseorang melihat kejadian tadi. Rasanya tidak berguna saat dirinya berpura-pura pingsan. Terdengar langkah kaki semakin menjauh dan pintu tertutup. Joy membuka mata menyudahi pura-pura pingsannya, sungguh ironi diatas ironi. Joy tertawa dalam hati, tentu ini bukanlah cerita drama narasi. Joy bangun kepalanya masih sakit, dirinya yakin puluhan rambutnya telah hilang tercabut oleh tangan Jennie. Satu hal yang Joy harapkan yaitu Jennie segera pergi dari rumah ini, jahat bukan membiaskan orang tuna wisma seperti Jennie pergi tanpa tempat tinggal. Tapi dilihat dari sudut manapun Jennie tidak seperti orang-orang dipinggir jalan, Jennie terlihat berkecukupan. Cukup lama Joy hanya duduk tanpa berniat bangun. "mbak Joy kenapa duduk dilantai" ucap Eunwoo yang ditugasi Taehyung untuk mengambil beberapa berkas, bisa dibilang tidak sopan Eunwoo masuk kerumah orang sembarangan. Tapi bagiamana lagi dirinya memencel bel tapi tidak ada yang datang dan pintu depan terbuka sangat lebar. Eunwoo melihat Joy dari bawah keatas nampak berantakan dan Sexy. Sejak kejadian dibawah kolong meja membuat Eunwoo terbayang-bayang wajah Joy. "bantu bangunin" ucap Joy menyodorkan kedua tangannya, Eunwoo menjadi grogi tetapi lelaki itu tetap membantu Joy untuk berdiri. "tadi aku habis bertarung sama singa" ucap Joy sambil merapikan rambutnya. "oh ya kamu ngapain kesini? Telat juga kaya polisi india" omel Joy Apa salah dirinya coba batin Eunwoo Eunwoo juga tidak tahu kalau Joy juga menunggu dirinya, ngomong-ngomong tentang menunggu kenapa hatinya bergetar tidak karuan. . . Malu Joy kira perempuan sekelas seperti Jennie akan malu apalagi meninggalkan dirinya tapi nyatanya perempuan itu muncul kembali dengan tidak tahu dirinya. Joy mengehela nafas berkali-kali, jika ada yang keluar dari rumah ini bukan dirinya tapi Jennie kecuali Taehyung yang meminta dirinya pergi. "Taehyung kamu baru pulang ya, aku sudah siapkan teh hangat untukmu" ucap Jennie tersenyum menyambut Taehyung yang baru pulang dari kantor. "gak usah Jen, aku mau kekamar" ucap Taehyung sambil menatap Joy yang sedang bersedekap didekat pintu kamar mereka berdua. Taehyung benar-benar lelah hari ini, dirinya tidak ingin bertengkar dengan Joy . Walaupun Joy tidak mengomeli dirinya tapi Taehyung sadar istrinya benar-benar marah. "tapi Tae" ucap Jennie terputus karena Taehyung sudah berjalan cepat menuju kamarnya, sedangkan Joy menatap remeh ke Jennie lalu memeletkan lidahnya. "sialan dasar pelakor" ucap Jennie kesal. Dirinya harus mendapatkan Taehyung bagaimanapun caranya, perempuan licik seperti Joy tidak pantas untuk Taehyung. . . Taehyung merebahkan dirinya dikasur, kepalanya begitu sakit sekali. "kamu mau mandi dulu" tanya Joy lirih "tidak Joy" ucap Taehyung "kamu sini aja" ucap Taehyung mengeser tubuhnya agar Joy berada disampingnya "capek ya" ucap Joy dan Taehyung mengangguk "mau cerita" Taehyung mengingat sesuatu "tapi kamu gak ngapa-ngapain kan sama Eunwoo" tanya Taehyung langsung membuka matanya dan menatap Joy tajam. Taehyung teringat tadi mengutus Eunwoo untuk mengambil berkas dan lama sekali. "emang kalau ngapa-ngapain kenapa?" ucap Joy menatap langit-langit kamar "sampai kapan Jennie disini kamu seneng ya dia disini" tanya Joy, pertanyaan yang Taehyung hindari. Taehyung juga tidak tahu sampai kapan Jennie akan berada disini, Jennie belum menemukan tempat tinggal yang pas. Kondisi Jennie juga belum baik-baik saja, Taehyung tidak tega. Joy melihat Taehyung yang memejamkan matanya berpura-pura tidur, lagi-lagi Joy merasa sangat kesal. . . . . "plis Joy, lagian jennie disini juga gak ngerepotin dia repot-tepot masak" ucapan Taehyung yang terniang-niang dikepala Joy tadi pagi saat dirinya bertanya sampai kapan Jennie disini. Joy akui masakan Jennie tergolong enak, sekesal-kesalnya dirinya dengan Jennie dirinya tetap memakan makanan tersebut yang penting kenyang. Terkadang Joy ingin bercerita tentang keluh kesahnya tapi bukankah tidak baik menceritakan masalah keluarga dengan orang lain. Satu hal lagi yang Joy sadari dirinya sudah terlanjur cinta dengan Taehyung, Joy takut jika Taehyung meninggalkannya dirinya belum siap untuk patah hati cukup dirinyanya melihat adegan kissing scene idolanya yang membuat dadanya nyeri. Joy tidak tahu sejak kapan dirinya mencintai Taehyung, seseorang tidak dapat menentukan dimana hatinya akan berlabuh. Dirinya juga tahu kenangan dirinya dengan Taehyung tidak sebanyak kenangan Taehyung dengan Jennie seorang perempuan yang awalnya akan menjadi pendamping Taehyung dan perempuan yang tinggal bersamanya. Kenapa Tuhan menciptakan rasa cinta jika menyakitkan seperti ini, rasanya begitu sesak. Lagian kalau dipikir hubungannya dengan Taehyung tidak ada kisah romance yang begitu menyentuh, hanya hubungan fisik jika Taehyung membutuhkan dirinya. "gue kok jadi gak strong gini" monolog Joy mengapus air mata yang tiba-tiba mengalir dengan sendirinya. "masa gue harus kabur macem di drama-drama gak lucukan" "udah dicap pelakor, Cuma dibutuhin pas wikwikwik doang miris sekali hidupmu nak" monolog Joy "apa ngadu sama bunda atau ibu tapi dikatain pengadu, pengecut gak like banget" "Joy kuat, Joy kuat gak boleh lemah " "kalau Taehyung tetep jodoh gue, gue yakin kalau kita bakal bareng sampai mau menjemput jika bukan gue yakin Taehyung bukan yang terbaik untuk gue" "strong joy strong joy" ."njir ini kok tiba-tiba kebelet poop" ucap Joy memegangi perutnya lalu berlari menuju toilet. "semoga kegalaunya gue ilang bersama eek yang menghilang" ucap Joy sambil duduk dikloset. . . . TBC
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN