Alinka dan Rey kompak membuka pintu mobil, dan turun segera. Orang yang mengetuk pintu mobil mundur beberapa langkah, kini bergabung dengan orang di belakangnya. Dari arah berlawanan juga terdapat lima orang yang maju. Posisi Alinka dan Rey kini berada di tengah-tengah mereka. "Menyerahlah, kalian sudah terkepung!" teriak pria berbadan buncit dengan lantang. Mata Alinka menatap ke arah pria itu garang. Dia mengamati setiap pergerakan orang-orang yang kini telah mengepungnya. Instingnya mengatakan bahwa ini adalah jebakan, mereka semua bukanlah orang-orang dari pihak kepolisian. "Apa kau memikirkan hal yang sama?" tanya Rey berbisik. "Ya, aku merasakan hal itu," jawab Alinka. "Ayo, kita habisi saja mereka!" Rey memberi isyarat pada Alinka, lalu keduanya menerjang lawan yang berbe

