Makan Malam

1007 Kata

Seharian menjadi pengantin menerima banyak tamu undangan membuat Rey dan Alinka lelah. Setelah acara selesai, mereka menyandarkan diri di sofa yang berbeda. Jujur, hanya duduk dan berdiri menerima jabatan tangan pun rasanya sangat-sangat lelah daripada bekerja seharian. "Wah, sepertinya pengantin baru kelelahan," ujar Alexander menghampiri mereka. Alinka hanya melirik ke arah sepupunya itu. Beberapa orang pelayan tampak sedang menyiapkan berbagai macam makanan di atas meja yang luas. Alinka mengernyit, untuk siapa makanan itu? Karena para tamu undangan sudah tidak ada yang tersisa. Hanya orang-orang terdekat saja. "Itu makanan untuk siapa?" tanya Alinka. "Astaga, untuk kita, Nona. Apa kau tidak lapar?" Rafael yang baru saja datang menjawab pertanyaan istri sahabatnya itu. Alinka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN