Racun

1032 Kata

"Rey, kau belum menjawab pertanyaanku!" keluh Alinka. Rey menarik napasnya dalam, dia berdiri lalu mengecup bibir Alinka yang terus saja berbicara. Rey menggigit bibir istrinya pelan, membuat Alinka terpaku dibuatnya. Rey tersenyum, dia melumat bibir Alinka sebentar, lalu melepaskannya. "Kau cerewet," ujar Rey. Pria itu mencubit pipi Alinka yang kini merah merona. "Mau bantu aku, atau kita lanjut ciuman, Sayang?" tanya Rey dengan nada menggoda. "H-hah? B-bantu," jawab Alinka cepat. Bersama Rey membuat Alinka seringkali gagal fokus akibat perlakuannya. Alinka nyaman dengan perlakuan Rey yang menyebalkan itu. Namun, dia terlalu kaku, karena ini pertama kalinya bagi Alinka. "Kenapa diam? Ayo, bantu!" tegur Rey. "Lama-lama, aku sumpal mulutmu itu, Rey," gerutu Alinka. Wanita it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN