"Buruan, dilap, keburu kering, Yo!" perintah gue pada Romeo. Entah kenapa gue suka aja ngerjain Romeo, sesekali dong tangannya kotor. Toh kan dia juga yang bawain es krim. Dia mengelap wajah gue dengan sedikit kagok, tangannya mengelus-elus sedikit di muka gue. Dia terlihat telaten membersihkannya, gue yang saat itu dekat banget sama dia Cuma bisa menikmati wajahnya. Ganteng juga dia kalo dari dekat gini, tapi kalau dari jauh bikin emosi. "Makasih ya Yo," ucap gue sambil cekikikan, dia yang selesai melakulan tugasnya langsung menatap gue canggung. "Nih tisu, buat ngelap tangannya." Gue menyerahkan selembar tisu ke arahnya. Dia menerimanya. "Gimana? Deg-degan enggak ngelap muka cewek secantik gue." Goda gue. Dia langsung mendelik, sepertinya dia kaget dengan sikap gue yang genit kayak t

