Aku menatap wanita yang berada di depan ku. Tubuh nya yang proposional dan beberapa senti tinggi dari ku. Wajahnya sangat cantik. "Nadya," sapa nya memperkenalkan diri. Jantungku berdesir mendengar nama itu. Ini kah Nadya, wanita dari masa lalu Raga. Wanita pertama Raga. Karena dia tersenyum ramah, aku pun membalas senyuman Nadya. "Embun," balas ku menerima jabatan tangan nya. Dia tertawa senang. " Aku tahu Embun, Raga dan teman teman nya sering menceritakan mu." Kening ku berkerut bingung. "Haha... mereka tidak menjelekkan mu. Lebih tepatnya mereka penasaran dengan mu." lanjut Nadya. Nadya menatap ku begitu lama dan dalam. "Mereka benar, kamu sangat cantik." Aku masih tetap diam. Karena memang tidak tahu harus berkata apa. Kami baru saja bertemu dan suasan begitu canggung. "Kamu

