Tak Sepenuhnya salah Seperti hari-hari sebelumnya, Sita kali ini mengunjungi Jefry yang masih belum diizinkan pulang. Terhitung tiga hari sejak dia menginjakkan kaki di rumah sakit dan menemui Jefry untuk pertama kali. Kali ini, Sita menggenggam sebuket bunga lili warna putih di tangan kiri, sedangkan tangan kanan mengungkit handel pintu ruang rawat Jefry. Gadis itu tak langsung masuk, lebih dulu mengintip dan melihat sekitar ruang rawat. Karena acapkali dia mendatangi ruang rawat Jefry, akan selalu ada kedua orang tua lelaki itu yang nampaknya tak pernah melewatkan satu hari pun tanpa menjenguk Jefry. Namun, seperti yang pernah Alice ceritakan padanya tentang seberapa bencinya Jefry pada Ayah dan Ibunya, maka yang selalu Jefry suguhkan ketika kedua orang tuanya yang jauh-jauh datang d

