Menata Hati

1606 Kata

Menata Hati Akhir pekan adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu banyak orang. Termasuk diantaranya Sita beserta dua keponakan kembarnya yang bertambah hari, makin pintar sekaligus semakin jahil. Membuat Sita harus berulang kali mengelus d**a dan menggeleng. Lucunya, Deva dan Dara selalu kompakan untuk menjahili Sita, berbeda jika pada Kennan atau Yuna. Mungkin, dua bocah itu takut durhaka, lalu dikutuk jadi batu bata. Sita tertawa pelan melihat Deva yang berguling di rerumputan, saling berkejaran dengan Dara. Tak jarang dua bocah itu akan menabrak bunga-bunga dan tentu hal itu akan membuat Yuna sebagai sang ibu dan si pemilik bunga menghardik pelan. "Kak Kennan nggak ikut ke sini, Kak?" Sita bertanya, melirik ke arah Yuna yang duduk di sampingnya. Mereka sedang di halaman depan, sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN