Renata hanya diam sepanjang perjalanan menuju rumah kediaman mertuanya. Sesekali, ia menggigiti bibirnya untuk mengurangi rasa gugupnya. Ia merasa sangat tegang menghadapi kedua mertuanya yang sudah tidak mau lagi menemuinya sejak kecelakaan yang dialaminya. Yoga menoleh pada Renata saat ia menghentikan laju mobilnya saat lampu lalu lintas menyala merah. Ia tahu istrinya itu pasti sedang ketakutan karena akan bertemu dengan mertuanya yang kini bersikap acuh padanya. Ia membelai kepala Renata membuat wanita itu menoleh padanya dan memberikan senyumannya pada pria itu. Setibanya di rumah kediaman keluarga Rudianto, Renata menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Mau tidak mau, siap tidak siap, ia tetap harus menghadapi mertuanya. Tidak mungkin kan selamanya Renata terus menghind

