134 🌺

1553 Kata

"Aku ... mendoakan yang terbaik untukmu. Demi Allah, aku sungguh-sungguh tak tahu harus bagaimana menghiburmu." Windi sudah dipeluk Khumaira, Kitha, Ivy, dan banyak lagi perempuan yang ikut berduka dengan kisahnya. Sudah sebanyak itu penghiburan yang Windi dapatkan, tapi Zulfian laki-laki dan dia turut meneteskan air mata tepat di depannya. Lelaki tampan itu menunggu hingga orang-orang sudah berlalu. Dia menghampiri lalu duduk di samping makam Bagas, di tengah-tengah mereka ada juga kuburan Wahid. Ada Winda dan Khadijah di samping Windi menatap bingung kepada sosok tak biasa Zulfian. Di ujung terjauh pekarangan pemakaman ada Khalid dan Khumaira pula yang mengantar para pelayat pergi dengan ucapan terima kasih. "Harus aku datangi walimu biar bisa kupeluk dan tenangkan kamu," imbuhnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN