January, Tuesday Night. Jennifer’s house. Jennifer dan Brittany baru saja menyelesaikan makan malam mereka. Ya, Brittany sedang bersama Jennifer di rumah jennifer. Ia diminta Ruby untuk menemani gadis pembangkang itu agar ia tidak pergi ke club sendirian lagi. Karena itu, Jennifer terus mengoceh pada Brittany. “Argh, Ruby berlebihan.” Jennifer masih cemberut. “Hei, ini ‘kan demi kebaikanmu juga, Jen. Ia hanya mengkhawatirkanmu.” “Yayayayayaya. Demi kebaikanku. Tapi, ayolah. Mereka sudah tidak pergi ke sana lagi.” Erang Jennifer. Di sofa, kedua kakinya terus mendendang ke atas –ia kesal. Jennifer mendudukkan dirinya seketika. Brittany yang melihatnya terheran dengan sikap sahabatnya ini. Untung saja ia menyayanginya. “Aku ingin menceritakan

