Aruna mengusap lembut kepala Nino yang sedang tidur bertumpu pada ranjangnya. Helaian rambut yang biasa ia jambak ketika bercinta itu seperti kelelahan, terlihat dari tatanannya yang tidak serapi biasanya. Bisa melihat Om Nino lagi dalam nyawa yang masih menyangkut ditubuhnya seperti sekarang adalah sesuatu keajaiban yang sangat Aruna syukuri. Ia berbohong mengatakan pada Om Nino jika ia lupa ingatan, benturan di kepalanya tidak sampai membuat otaknya acak-acakan dan rusak. Aruna melakukan ini hanya supaya Om Nino tidak larut dalam kesedihan. Tidak apa-apa calon suaminya ini kesal asal tidak menatapnya kasihan. Om Kana bilang temannya itu sudah menangis seharian. Aruna bisa mengingat semua yang terjadi, bahkan merasakan sebuah benturan dikepala yang menghilangkan seluruh kesadaran da

