"Saya terima nikahnya Sekar Ayu Aruna Pramudhitha binti Wicaksana Pramudhito dengan seratus gram emas dan uang satu milyar dibayar tunai." Ijab qabul yang diucapkan Nino dalam satu tarikan nafas membuat semua orang yang ada di ruangan itu mengucap syukur setelah saksi mengatakan sah. Semua yang ada disana adalah manusia dewasa, namun tak ada yang benar-benar bisa menahan air matanya, terutama Pram dan Nino. Pram tersenyum lalu mengecup kening putrinya. Hari ini putrinya menikah, namun dia sendiri memutuskan untuk menalak istrinya. Mungkin sudah sangat terlambat karena Aruna sudah menikah dan dia terlalu banyak mengalami luka karena ia mempertahankan Ajeng menjadi istrinya. Namun, dirinya sudah tidak bisa menoleransi apa yang dilakukan Ajeng dan Naka lagi. Bagaimana bisa seorang Ibu memb

