"Pah, aku antar mereka boleh?" tanya Kana pada ayahnya. Kana tidak bisa membiarkan Keyra pergi begitu saja tanpa ia berbicara apa-apa dan meluruskan semuanya. "Buat apa? Taksi banyak, Ka." "Aku mau sekalian menjenguk Papanya Keyra." William tampak berpikir sejenak kemudian mengangggukan kepala. "Baiklah, kalau niatmu baik Papa izinkan." "Terimakasih, Pah." Setelah sarapan Kana menemui Leo, ada yang perlu ia sampaikan supaya ia bisa punya waktu untuk berbicara dengan Keyra. "Leo, kamu sudah mau berangkat sekarang?" tanyanya. "Iya, mau cari taksi dulu." "Nggak usah cari taksi. Motornya kamu bawa aja." "Hah? Yang benar, mahal itu Om, ratusan juta. Aku nggak enak sama Pak William." "Kan bukan saya kasih, cuma di pinjamkan buat transportasi kamu pulang pergi ke sekolah. Kalau saya

