Di pagi harinya. Ken mengendarai mobil yang di ajarkan langsung oleh Nadya. Tidak berlangsung lama, Ken langsung menguasai mobil tersebut. Bahkan Ken bisa memarkirkan mobil itu tanpa menabrak sekalipun. Nadya hanya mengajarinya sedikit, Tetapi Ken langsung lancar mengendarai mobil tersebut. Karena Ken untuk sementara tidak sekolah, dan Nadya sedang izin tidak datang ke sekolah karena disuruh ibunya mengajari Ken, Ken terpaksa mengajak Nadya untuk makan di luar karena ia belum sempat sarapan pagi. Saat mereka sedang asyik menyantap makanan, Nadya bercerita tentang percintaannya. Ia menceritakan sebuah kisah tentang bersama pacar barunya. Nadya juga bercerita bahwa dia mempunyai banyak mantan pacar. Nadya mengatakan dan menceritakan semua itu kepada Ken karena ingin membuat Ken merasa iri. Akan tetapi, Ken tidak mengerti apa yang Nadya katakan karena dia tidak pernah merasakannya dan lebih memilih melanjutkan makanannya.
"Cinta? Cih.. Omong kosong karena nafsu belaka saja. Nanti bakal putus juga. Dasar anak remaja yang aneh" ucap Ken dalam hati sambil melanjutkan memakan makanannya.
Keesokan harinya. Nisa sudah mendaftarkan Ken ke sekolah baru nya. Akan tetapi, Ken meminta untuk libur terlebih dahulu selama satu bulan. Nisa pun mengerti dan menyetujuinya karena Ken sudah bercerita tentang masa-masa yang tidak menyenangkan saat disekolahnya. Pada malam harinya ketika Ken sedang asyik bermain game, tiba-tiba Dr. Ali datang dan memasuki rumahnya. Melihat Ken sedang asyik bermain game, Dr. Ali pun langsung ikutan bermain game bersama Ken. Dr. Ali juga bertaruh dengan Ken. Kalau Ken bisa mengalahkannya, Dr. Ali akan memberikannya sebuah hadiah. Dan akhirnya Dr. Ali pun di kalahkan Ken berkali-kali.
Karena hari sudah larut malam, Dr. Ali langsung bersiap untuk pulang ke rumahnya. Ken pun kebingungan karena Dr. Ali mengatakan akan memberikannya hadiah jika ia bisa mengalahkannya saat bermain game. Namun, Ken sangat segan untuk memintanya. Saat Dr. Ali sudah berada di pintu keluar. Ia pun berkata.
"Nungguin ya? Ciee hahaha"
"Hadiahnya ada besok pagi ya Ken. Setelah bangun tidur, Kamu cek dulu laci yang di kamar kamu ya". Kata Dr. Ali sambil meninggalkan Ken.
Ken pun merasa kebingungan. Hadiah apa yang ingin di berikan oleh Dr. Ali? Kemudian, Ken pun pergi ke kamarnya dan segera tidur.
Di pagi harinya, Ken yang baru bangun dari tidurnya langsung membuka laci lemari di kamarnya. Di dalamnya ada sebuah kunci kendaraan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Saat Ken mengecek ponselnya, Dr. Ali mengirim sebuah chat kepada Ken. Ia menyuruh Ken untuk keluar rumah dan melihatnya. Ken pun langsung jalan keluar rumah. Saat Ken membuka pintu rumahnya, ia kebingungan karena di luar ada mobil yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Lalu, ia langsung mencoba kunci kendaraan itu untuk membuka mobil. Dan ternyata benar, Kunci itu adalah kunci mobil tersebut. Ken pun kebingungan dan langsung menghubungi Dr. Ali.
"Halo Om. Maksudnya apa ini?". Tanya Ken
"Iya itu mobil buat kamu". Jawab Dr. Ali.
"Loh? Untuk apa mobil ini? Ken belum punya SIM". Tanya Ken kembali.
"Sudah tenang aja, Surat-suratnya ada di dalam mobil itu, Kalau kamu di tilang polisi, langsung hubungi om aja. Biar om yang tanggung jawab nanti. Intinya kamu jangan pergi jauh-jauh dan kebut-kebutan pakai mobil itu ya Ken. Gunakan mobil itu untuk kamu berangkat ke sekolah, Biar bisa pamer sama cewek-cewek hehehe" ucap Dr. Ali
"Huft... Makasih ya Om, Maaf sudah merepotkan Om". Kata Ken.
Setelah percakapan tersebut, Ken pun langsung mencoba mobil itu untuk berkeliling komplek perumahannya.
Hari demi hari pun berlalu.
Pada suatu hari, Saat hari sudah malam. Ken tiba-tiba merasa lapar. Akan tetapi, Ken sedang malas untuk memasak makanan. Ia pun ingin membeli Nasi Bebek kesukaannya di luar sana. Saat di perjalanan, tak sengaja Ken melihat seorang Anak kecil sedang duduk di sebuah trotoar pinggir jalan. Ia pun penasaran dengan anak kecil tersebut. Akan tetapi, Ken menghiraukannya dan melanjutkan perjalanannya. Tidak jauh dari tempat anak kecil itu, Ken mengunjungi tempat Nasi Bebek kesukaannya. Pada saat Ken sedang makan di sana, tiba-tiba turun hujan dengan sangat deras. Seketika Ken langsung teringat pada anak kecil yang tadi ia lihat di pinggir jalan. Ken pun langsung keluar dari tempat makan untuk mengecek keberadaan anak kecil tersebut. Dan benar saja, Anak kecil itu masih berada di sana sendirian. Ken pun langsung bergegas menuju anak kecil itu dengan payungnya. Terlihat, anak kecil itu sedang menangis karena kehujanan. Ken pun mengajak anak kecil itu menuju tempat makan yang tadi ia kunjungi. Setelah itu, Ken membelikannya Nasi Bebek dan memberikan jaketnya agar dia tidak kedinginan. Namun, jaketnya terlihat kebesaran untuk di pakai gadis kecil itu. Akan tetapi gadis kecil itu tampak terlihat senang.
"Nama lo siapa?". Tanya Ken
"Jane kak". Jawab Jane
"Kenapa lo sendirian? Di mana orang tua lo?". Tanya Ken kembali
Jane pun terdiam dan seketika menangis. Dia mengatakan bahwa orang tuanya sudah tidak ada. Dan ia kabur dari kejaran orang yang memaksa dirinya untuk bekerja menjadi pengemis. Saat ini Jane masih berusia 8 tahun. Ken tampak kebingungan karena ia tidak tahu harus berbuat apa pada anak ini. Saat hujan sudah reda, Ken pun terpaksa mengajak Jane untuk naik ke mobilnya dan membawanya ke rumah. Saat tiba di rumah, Ken langsung menghubungi Nisa bahwa ia sedang membawa gadis kecil ke rumahnya. Nisa pun langsung mendatangi rumah Ken untuk mengecek anak tersebut. Di sana, Ken menceritakan kronologi saat menemukan Jane. Ken juga memberi tahu bahwa anak ini sedang kabur dari kejaran orang yang memaksanya menjadi pengemis. Namun, dengan cepat Jane terlihat sangat manja sekali kepada Ken. Ia tidak ingin pindah dari pangkuannya. Ken pun kebingungan dan meminta solusi kepada Nisa.
"Bagaimana kalau besok kita bawa ke panti asuhan?". Tanya Nisa.
Jane pun langsung memotong perkataan Nisa.
"Gak mau, Aku gak mau kesana lagi, aku gak mau di culik lagi, Biarin aku disini sama kakak Ken, pokoknya aku gak mau di sana lagi!". Ucap Jane sambil menangis.
Nisa dan Ken pun terlihat semakin kebingungan.
"Kamu gak bisa disini terus nak, Kakak Ken nanti harus pergi sekolah dan meninggalkan kamu. Nanti kamu disini malah sendirian loh". Kata Nisa
"Gapapa, aku akan tetap disini nungguin Kakak Ken pulang sekolah". Kata Jane dengan imutnya.
Ken pun sempat terkejut mendengar Jane berbicara seperti itu. Pasalnya, Ia baru pertama kali mendengar ada seseorang yang meminta untuk tinggal bersamanya. Ken juga tidak pernah merasakan memiliki seorang adik. Jadi dia tidak tahu harus berbuat apa selain membantunya. Dan pada akhirnya, Ken meminta agar membiarkan Jane untuk tinggal disini. Ia yang akan bertanggung jawab dan mengurusnya. Ken juga meminta Nisa untuk menyekolahkan Jane. agar Jane bisa bersosialisasi bersama anak-anak yang lain di luar sana. Sebagai gantinya, Ken meminta untuk memotong uang jajannya dan mencoba untuk tidak membuat masalah lagi saat ia sudah masuk ke sekolah barunya.
"Gak usah sampai segitunya Ken. Kalau ini yang kamu minta, Yasudah. Lagi pula kamu dari dulu belum pernah minta apa-apa dari Tante. Besok biar Sarah yang mengurus sekolahnya ya. Karena besok Tante harus keluar kota". Kata Nisa
"Terima kasih Tante, Maaf banget kalau selama ini Ken selalu merepotkan Tante". Ucap Ken sambil menundukkan kepalanya
"Hahaha. Sifat mu ini benar-benar seperti ibu mu ya". Kata Nisa
Sebelum kembali pulang, Nisa mengingatkan Ken untuk giat belajar disekolahnya, Karena ia yang akan meneruskan perusahaan ibunya yang sedang Nisa pegang saat ini. Namun, Ken tidak terlalu memikirkannya. Karena Ken sendiri tidak terlalu minat untuk meneruskan perusahaan tersebut.
Hari demi hari pun berlalu. Setiap hari, Ken selalu mengantarkan Jane ke sekolahnya. Ia juga menjemputnya saat Jane pulang sekolah. Ken sering mengajak Jane pergi jalan-jalan keluar, bermain bersama, membelikan Jane boneka dan mainan, dan lain sebagainya. Ken tidak pernah merasakan mempunyai seorang adik selama hidupnya. Bahkan membayangkannya saja tidak pernah. Ia juga memanggil Jane dengan sebutan "Bocil" (Bocah Kecil). Ken mencoba menganggap Jane sebagai adik kandungnya walaupun ia tidak bisa menyembunyikan sifat dinginnya kepada Jane. Nisa juga sempat melihat kebersamaan Ken dan Jane yang begitu dekat. Ia bersyukur bahwa Ken sepertinya tidak kesepian lagi. Jane sangat menyayangi Ken dan sudah menganggap Ken sebagai Kakak kandungnya sendiri. Ken juga terpaksa memberitahukan rahasianya kepada Jane, karena Ken tidak ingin membuatnya terkejut ketika suatu hari Jane melihat kemampuan Ken secara tidak sengaja.
Ia mengeluarkan sebuah Api yang ia ciptakan dari telapak tangannya. Namun bukannya merasa ketakutan, Jane justru tampak begitu senang melihat Api milik Ken. Jane seperti anak kecil yang sedang asyik bermain kembang api bersama Kakaknya. Ia bahkan meminta Ken untuk mengeluarkan Api yang lebih besar. Dan saat Ken mengeluarkan Api yang lebih besar, Jane pun berteriak kegirangan. Namun, Ken meminta Jane untuk merahasiakan semua yang sudah ia lihat. Jane pun memahaminya dan akan selalu menjaga rahasianya.