Ken sejak kecil tidak pernah mengeluarkan suara sedikit pun, Dia juga tidak pernah menangis, Tapi Ken selalu aktif seperti merangkak, Bermain dengan mainannya, bahkan saat dia terpeleset dan jatuh pun dia langsung bangkit kembali dengan cepat. Sungguh kejadian yang sangat langka yang di alami oleh Ken sejak balita. Pada saat itu Eva tidak bisa selalu berada di rumah, karena dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta anaknya.
Karena Eva yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, Ken terpaksa diasuh oleh tetangganya yaitu keluarga Dr. Ali. Nisa berhenti menjadi dokter karena ia ingin fokus mengurusi anaknya dan juga Ken. Eva selalu tiba di rumah sekitar jam 7 malam dan kembali bekerja pada jam 7 pagi. Kesibukannya itu membuat Eva sedikit jauh dari anaknya, Dan hanya pada hari libur lah mereka bisa menghabiskan waktu bersama
Keesokan harinya, Eva mengambil cuti bekerja karena ia ingin menghabiskan waktu penuh di rumah bersama Ken. Eva mengajak Ken bermain, Nonton film, Membacakan buku, Dan tidur siang bersama. Ken sempat melakukan kenakalan dengan menjatuhkan Vas bunga kesayangan Eva. Akan tetapi, Eva tidak memarahinya. Ia malah menangis dan langsung memeluk Ken.
"Syukurlah. Hati dan hidup Mama tidak pernah merasa kesepian lagi sejak ada Ken"
Hari demi hari pun berlalu.
Pada suatu hari, Ken sedang di ajarkan berjalan oleh ibu Nisa. Pada saat Ken diajari berjalan, Ken mengalami jatuh berkali-kali. Akan tetapi, Ken tidak pernah menangis sekalipun. Bahkan mengeluarkan suara pun tidak. Ibu Nisa langsung berdiskusi dengan suaminya membicarakan tentang apa yang sedang di alami oleh Ken. Di dalam diskusi tersebut, Dr. Ali menyarankan untuk menyuruh Eva mencubit Ken hingga ia merasa kesakitan. Karena menurut Dr. Ali, Ketika balita sedang mengalami kesakitan. Pasti dia akan menangis atau setidaknya mengeluarkan suara karena kesakitan.
Pada malam harinya saat Eva mengunjungi rumah Dr. Ali untuk menjemput Ken, Semua orang terlihat begitu terkejut. Ken secara tiba-tiba berlari menuju Eva tanpa terjatuh sekalipun dan langsung memeluk Eva dengan erat. Sang ibu pun sangat senang namun juga kebingungan.
"Nis, Anak gue lo ajarin apa? Kok tiba-tiba bisa lari?"
"Gue juga gak tau Va, Baru tadi siang gue coba ajarin jalan. Itupun dia masih suka jatuh"
"Waduh thanks banget nis, Sorry loh gue ngerepotin lo terus"
"Gapapa kok Va, Biar anak gue ada temennya juga" Kata Nisa
Setelah itu, Eva mengajak Nisa dan keluarganya untuk makan malam di rumah Eva sebagai ucapan terima kasih karena telah mengurus dan merawat Ken. Kebetulan, ada yang ingin Nisa bicarakan dengan Eva mengenai Ken yang tidak pernah mengeluarkan suara sama sekali. Dan akhirnya, Nisa pun pergi ke rumah Eva untuk makan malam bersama.
Di saat mereka sedang asyik menyantap makanan dan berbincang bincang, tiba-tiba terdengar suara Ken yang jatuh dengan kerasnya. Eva dan Nisa pun terkejut dan langsung berlari menghampiri Ken. Terlihat di sana Ken sedang terkapar akibat jatuh dari tangga. Eva merasa sangat panik dan cemas. Akan tetapi, Ken langsung bisa bangkit kembali dengan cepat setelah terjatuh dari tangga rumahnya.
"Kamu gapapa nak?" Ucap Eva yang begitu mencemaskan Ken.
Namun, Ken hanya menatap Eva dengan tatapan yang polos dan lugu
"Ini loh yang pengen banget gue omongin dari tadi sama elo Va" Kata Nisa
"Omongin? Maksudnya?" Tanya Eva
"Sebenarnya gue gak enak ngomong gini ke elo, Cuma ini harus lo lakuin demi kebaikan anak lo juga" kata Nisa
Eva pun terlihat kebingungan. Akhirnya, Nisa menjelaskan semuanya dari awal hingga akhir secara detail mengenai Ken yang tidak pernah mengeluarkan suara sama sekali. Eva pun selama ini juga menyadarinya. Akan tetapi karena Eva yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, Dia kurang terlalu memperhatikannya dan tidak mau terlalu ambil pusing. Yang penting Ken bisa hidup aman dan sehat.
"Coba sekaliiiiiii aja lo cubit Ken sampai kesakitan. Cuma lo yang bisa ngelakuin itu Va"
"Tapi gue gak tega Nis..." Ucap Eva yang merasa begitu cemas
"Ini Cuma sekali doang Va. Kalau Ken kenapa-napa, nanti gue sama suami gue yang langsung turun tangan. Ini demi kebaikan Ken juga"
Setelah Eva dan Nisa berdiskusi, akhirnya Eva bersedia melakukan anjuran dari Nisa. Lalu, Nisa pun bersiap untuk pulang ke rumahnya karena sang Suami sudah tiba di rumah dan hari pun sudah larut malam.
Keesokan harinya, Eva sengaja tidak pergi ke kantornya. Dia ingin di rumah untuk memastikan keadaan Ken saat ini. Eva menyiapkan sarapan untuk Ken sambil menyiapkan Mental untuk mencubit Ken dengan keras. Eva masih merasa tidak tega melakukannya karena saat itu Ken baru saja berusia 3 tahun. Setelah selesai makan, Eva mengajak Ken menonton sebuah kartun kesukaannya.
Di saat Ken sedang asyik menonton, tiba-tiba tangan Eva langsung menuju ke pinggang Ken untuk mencubitnya. Eva pun mencubitnya dari yang paling pelan hingga mencubitnya sekuat tenaga. Namun anehnya, tiba-tiba jari Eva seperti sedang tersundut oleh Api yang terasa begitu panas. Eva pun begitu terkejut dan langsung berlari mengambil es batu yang berada di kulkas untuk mendinginkan jarinya.
"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba tangan gue kayak ke sundut besi panas?"
"Ken..."
Eva begitu panik dan cemas. Dia berharap semua ini hanya kebetulan saja. Akan tetapi, Eva masih sangat penasaran. Eva pun langsung merobek sebuah kertas dari majalah dan langsung menidurkan Ken. Setelah Ken tertidur, Eva menempelkan kertas tersebut di perut Ken. Lalu, Eva kembali mencubit Ken di atas kertas majalah yang barusan ia sobek. Benar saja, Kertas tersebut langsung terbakar hangus tak tersisa. Eva langsung terjatuh lemas karena tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Kemudian, ia kembali merobek kertas majalah dan mencoba mencubitnya kembali. Kertas itu pun lagi-lagi terbakar habis. Namun, ia masih tidak percaya dan menempelkan 1 majalah utuh di perut ken. Lalu, ia kembali mencubit Ken di bagian pipinya. Dan hasilnya pun mengejutkan, Majalah itu langsung terbakar hangus tanpa tersisa dan jari Eva kembali kepanasan.
Seluruh tubuh Eva pun langsung gemetaran. Ia tidak percaya dengan semua kejadian ini. Ia pun langsung teringat kembali saat kebakaran di rumah sakit saat Eva sedang melahirkan Ken.
"Apakah kebakaran waktu itu ada hubungannya sama Ken?" Ucap Eva dalam hati
Eva pun tidak kuasa menahan air matanya. Ia langsung memeluk Ken dan menangis sejadi-jadinya. Ia sedih dan merasa cemas dengan Ken akan masa depannya.
"Ken.. Maafin Mama.. Kamu akan menghadapi masa-masa yang sangat sulit di luar sana saat kamu tumbuh besar nanti. Maafin Mama karena melahirkan Ken dengan penderitaan" ucap Eva sambil menangis.
Eva tidak berniat untuk memberi tahu siapa-siapa meskipun itu orang terdekatnya, Nisa. Ia tidak ingin ada 1 orang pun yang tahu bahwa Ken memiliki sesuatu yang di luar nalar manusia lainnya. Eva pun terlihat begitu kebingungan dan bertanya tanya.
"Apakah ini kutukan? Atau mukjizat dari Tuhan? Apa salah gue dan anak gue?" ucap Eva.