Hari demi hari pun berlalu. Di pagi hari saat Nisa terbangun dari tidurnya, ia melihat kalender di kamarnya dan terkejut. Ternyata hari ini adalah hari ulang tahunnya Eva. Nisa pun langsung bergegas memberi tahu suaminya. Nisa berniat menyiapkan sebuah kejutan dan perayaan ulang tahun untuk Eva.
Di pagi hari, seperti biasa Eva mengantarkan Ken untuk dititipkan di rumah Nisa. Dan setelah Eva pergi, Nisa langsung bergegas ke rumah Eva untuk menyiapkan sebuah kejutan. Nisa yang dipercayai oleh Eva untuk memegang kunci rumahnya setiap hari pun tidak mengalami kesulitan saat masuk ke dalam rumah Eva. Setelah memasuki rumah Eva, Nisa langsung membuat berbagai aneka makanan. Ia juga dibantu oleh Dr. Ali yang sedang menyiapkan beberapa dekorasi dan menghias seluruh ruangan di rumah Eva.
Saat Nisa sedang memasak, Nisa langsung mengingat tentang masa lalunya bersama Eva. Di mana Eva yang selalu membantunya di saat ia sedang susah, di saat sedih, dan di saat ia terjatuh. Hanya Eva lah yang selalu setia mengulurkan tangannya untuk membantu Nisa. Mereka berteman sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat mereka lulus SMA, Mereka sempat berpisah karena Nisa langsung mengambil kuliah jurusan kedokteran. Sedangkan Eva lebih memilih untuk langsung bekerja di sebuah perusahaan. Tetapi setiap Eva dan Nisa sedang libur, mereka berdua pasti akan bertemu untuk menghabiskan waktu bersama. Pada saat Eva sukses dan terkenal, Ia selalu mengajak Nisa untuk bekerja di tempatnya. Eva ingin Nisa menjadi wakilnya di perusahaannya. Hanya saja, Nisa mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter. Ia pun terus menolak tawaran dari Eva karena ia hanya ingin menjadi seorang dokter. Tapi sayangnya, Nisa selalu gagal karena ia selalu merasa pesimis dan kurang percaya diri. Nisa pun bercerita ke Eva tentang masalahnya dan meminta solusi terbaik dari Eva. Namun, Eva tidak mau ambil pusing. Ia langsung membuat sebuah rumah sakit bernama Rumah Sakit Suprapto. Ya, Rumah sakit dengan nama orang tua Nisa. Ini adalah bentuk ucapan terima kasih Eva kepada orang tua Nisa yang pernah membantu Eva di saat ia masih kecil. Rumah sakit itu dipercayakan Eva untuk di kelola oleh Dr. Ali. Yang pada saat itu ia telah menjadi Dokter muda profesional yang memiliki segudang pengalaman. Tidak lupa juga, Eva yang merekomendasikan Nisa untuk menjadi Dokter di rumah sakit tersebut. Dari situ lah, Nisa dan Dr. Ali bertemu dan saling jatuh cinta. Sambil menangis Nisa pun berkata.
"Lo sudah terlalu banyak membantu gue Va. Apakah ada cara yang sebanding untuk membalas semua kebaikan lo dengan cara lo yang selalu membantu gue? Gue berharap banget suatu saat nanti gue bisa membalas semua kebaikan lo".
Di tengah-tengah persiapan, Dr. Ali menyarankan Nisa untuk menyiapkan sebuah kado. Nisa pun tersenyum dan menjawab.
"Gak usah. Dia gak butuh itu".
"Kok gitu?" tanya Dr. Ali kebingungan
"Coba lihat rumah yang sebesar ini. Dia sudah mempunyai semuanya, Dia gak perlu kado atau barang-barang lainnya lagi walaupun itu cuma simbol kenangan. Yang ia butuh kan adalah orang-orang seperti kita yang merayakan ulang tahunnya. Karena barang apa pun tidak akan cukup untuk menemaninya disaat ia sedang kesepian".
Mendengar hal itu, Dr. Ali pun tersenyum dan memeluk Nisa.
"Ini baru istriku yang cantik, pintar, dan perhatian. Pantas aja Eva senang berteman sama kamu".
"Ah mas bisa aja" jawab Nisa tersipu malu
Malam hari pun tiba. Eva tampak kebingungan melihat rumah Nisa yang gelap dan tidak ada orang. Dia mencoba menelepon Nisa dan suaminya. Akan tetapi, tidak ada yang mengangkat panggilannya. Eva pun kebingungan dan langsung berjalan menuju rumahnya. Pada saat dia sampai rumah, ia melihat ada sandalnya Nisa di sana. Ia pun langsung membuka pintu rumah dan..
"KEJUTAAAAAANNNN".
Eva terlihat begitu terkejut dan kebingungan. Nisa dan Dr. Ali langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Eva. Dan di situlah, Eva baru mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"Waduh makasih banget ya semuanya, padahal kalian gak perlu repot-repot loh nyiapin ginian buat gue, gue jadi gak enak tau ngerepotin lo" ucap Eva
"Gapapa lagi Va. Momen setahun sekali ini". Kata Nisa sambil menggendong Ken
Dr. Ali langsung bergegas membawakan kue ulang tahun kepada Eva. Kemudian, Eva pun meniup lilin dan langsung memotong kue tersebut. Potongan Kue pertama itu diberikan kepada Ken dan juga Nisa sebagai anaknya dan sahabat baiknya. Dan akhirnya mereka pun menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh Nisa sambil berbincang-berbincang.
"Besok gue ada urusan kerjaan di luar kota nih. Gue harus ke sana pula. Pusing banget gue" kata Eva.
"Loh mendadak banget Va? Biasanya lo nyuruh orang buat ke sana" tanya Nisa
"Tadinya sih begitu. Cuma, ada lembaga lain yang mengharuskan gue tanda tangan buat peresmian proyek baru gue" jawab Eva yang terlihat begitu cemas.
"Yasudah tenang aja. Lo urus aja kerjaan lo dengan tenang di sana. Biar urusan Ken bisa diserahkan sama Nisa. Jadinya aman sudah. Santai aja. Betul tidak istriku?" ucap Dr. Ali
"Iya tenang aja Va. Serahin aja Ken ke gue" kata Nisa
Tiba-tiba, sesuatu yang mengejutkan pun tiba. Ken terlihat sedang turun dari tempat duduknya dan langsung berlari menuju Eva. Ia pun memegang tangan Eva dan..
"Mama disini aja, Jangan pergi.." Ucap Ken dengan lugunya.
Dr. Ali, Nisa dan Eva pun langsung terkejut karena pertama kalinya mendengar Ken berbicara. Eva pun menangis dan langsung memeluk Ken dengan erat.
"Ini akan menjadi kado terindah selama hidup Mama Ken. Terima kasih sudah berbicara dan menahan Mama agar tidak pergi. Mama sangat senaaaaaaang sekali." ucap Eva sambil menangis.
"Mama tetap disini aja yaaa. Main sama Ken sama Tante Nisa" kata Ken dengan nada yang sangat menggemaskan.
Nisa pun tidak tahan dengan Ken yang begitu imut. Ia langsung mengambil Ken dari pelukan Eva dan memeluk Ken dengan erat.
"Gak boleh gitu Ken. Mama nanti juga pulang kok. Biarin dia bekerja dengan tenang di luar kota. Nanti pas Mama mu sudah pulang. Kita semua jalan-jalan ke luar yuk. Bagaimana mama Eva? Setuju?" tanya Nisa.
"Wah boleh banget tuh" jawab Eva.
"Okelah kalo begitu, Minggu depan gue ambil cuti juga. Kita berempat sama anak gue jalan-jalan ke tempat wisata! OK?!" ucap Dr. Ali yang begitu semangat.
"OKEEEEEEEEEEEEE". Teriak Nisa
Dan akhirnya, Eva pun menyetujuinya dan akan tetap pergi ke luar kota untuk mengurusi pekerjaannya.
Waktu pun tidak terasa sudah larut malam, dan keluarga Dr. Ali pun kembali pulang ke rumahnya