Sakit.

1021 Kata
Di pagi harinya. Eva sedang bersiap-siap untuk berangkat luar Kota. Namun sebelum berangkat, seperti biasa, ia harus pergi menuju ke rumah Nisa untuk menitipkan Ken padanya dan memberikan Nisa uang untuk kebutuhan Ken selama ia tidak ada.    "Nitip Ken ya Nis, kalo ada apa-apa langsung hubungi gue aja. Ini ada uang juga buat Ken. Lebihnya ambil aja buat lo Nis" kata Eva    "Ehh jangan gitu dong. Gue jadi gak enak Va".    "Udah gapapa ambil aja".    "Ngomong-Ngomong, lo di sana berapa lama?" tanya Nisa    "Harusnya sih 3-4 hari doang Nis". Jawab Eva    "Yaudah lo hati-hati ya Va, Semangat kerjanya. Kabarin juga kalau lo ada apa-apa di sana". Kata Nisa    "Siap komandan!". Ucap Eva sambil melakukan gerakan hormat. Akhirnya, Eva pun pergi dan berangkat menuju luar kota. Di sana, Eva melakukan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh asistennya. Pekerjaannya pun di mulai dari pagi hingga malam. Saat hari ke-3 di siang hari, Eva mendadak merasa kesakitan di bagian kepalanya seperti sedang di tusuk sesuatu. Akan tetapi, ia tetap memaksakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga selesai. Namun pada sore harinya, ia tidak bisa menahan rasa lelah dan sakit di bagian kepalanya lebih lama lagi. Pandangan matanya pun mulai memudar. Dan akhirnya, pada saat Eva ingin mengambil gelas di meja kerjanya, ia pun jatuh pingsan. Tidak ada yang menyadari jatuhnya Eva karena berada sendirian di ruang kerjanya. Hingga akhirnya, Asistennya Eva datang memasuki ruangan kerja Eva untuk menyerahkan beberapa pekerjaannya yang telah ia selesaikan. Sang Asisten pun begitu terkejut melihat Eva yang tergeletak begitu saja di lantai tempat kerjanya dan langsung menghubungi Rumah Sakit untuk membawa Eva secepatnya. Dan setelah terdengar sirine Ambulan berbunyi, Eva pun langsung di larikan ke rumah sakit terdekat di sana. Karena kejadian tersebut, Eva terpaksa tidak bisa pulang ke rumah tepat waktu dan harus menghabiskan waktunya lebih lama lagi di rumah sakit untuk di rawat. Ia pun tidak lupa untuk mengabari Nisa tentang keberadaannya. Akan tetapi Eva berbohong bahwa dirinya ada pekerjaan tambahan yang mengharuskan dirinya sedikit lebih lama lagi di luar kota. Ia terpaksa melakukan kebohongan tersebut tersebut karena Eva tidak ingin membuat khawatir Anak dan juga Sahabatnya itu. Hari demi hari pun berlalu hingga akhirnya Eva bisa kembali pulang ke rumahnya dengan selamat. Saat tiba di rumah, Eva merasa dirinya akhir-akhir ini sering sekali merasa sakit di bagian kepalanya. Akan tetapi, Eva menganggap rasa sakitnya itu hanya sebagai faktor kelelahan saja karena terlalu banyak melakukan pekerjaan. Ia tidak ingin memikirkan apa pun tentang apa yang terjadi pada rasa sakitnya itu. Dia hanya ingin fokus ke karier dan anaknya saja. Hingga pada suatu saat ketika dirinya sedang di tengah pekerjaan, dia kembali lagi merasakan sakit di bagian kepalanya yang lebih sakit dari sebelumnya. Ia benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa sakit itu lebih lama lagi dan terpaksa harus segera menghubungi Dr. Ali.   "Hallo Li, Gue bisa minta tolong gak?". Tanya Eva sambil menahan rasa sakit di bagian kepalanya.    "Bisa, Emangnya lo kenapa Va?" Tanya Dr. Ali kebingungan    "Please, Ke kantor gue Li sekarang. Langsung ke ruangan gue Li. Cepetan!". Belum sempat menjawab omongan Eva, telefon tersebut sudah di matikan oleh Eva. Merasa ada sesuatu yang aneh, Dr. Ali pun langsung bergegas menuju ke kantor Eva. Setibanya di kantor Eva, ia langsung meminta Asisten Eva untuk mengantarkannya menuju ruangan kerja Eva. Saat tiba di depan ruangan Eva, terlihat Eva sedang duduk lemas di sofanya. Dr. Ali pun langsung bergegas masuk ke dalam ruangan kerja Eva dan langsung bertanya.   "Ada apa Va?". Melihat kedatangan Dr. Ali, Eva pun langsung berdiri dari sofa nya.    . "Eh udah dateng Li. Sorry banget kalau gue ngerepo....." Tiba-tiba, Eva terjatuh dan tak sadarkan diri. Dr. Ali pun sangat terkejut dan langsung segera membawa Eva menuju ke rumah sakitnya. Di perjalanan, Asistennya Eva memberi tahu Dr. Ali bahwa Eva tidak hanya sekali saja pingsan. Dan ia juga memberitahu bahwa akhir-akhir ini wajah Eva terlihat semakin pucat. Mendengar bahwa ini kemungkinan adalah masalah serius, Dr. Ali pun langsung mencoba memeriksa seluruh keadaan Eva. Saat Eva kembali sadar, ia terkejut karena di sampingnya ada Dr. Ali yang sudah menyiapkan beberapa pertanyaan untuk Eva mengenai keadaannya. Dr. Ali memaksa Eva untuk jujur dan terus terang tentang apa yang selama ini Eva rasakan akhir-akhir ini. Dan akhirnya, Eva pun terpaksa harus menceritakan semuanya. Setelah Eva menceritakan semuanya, Dr. Ali langsung menganggap ini sudah menjadi masalah yang serius. Ia meminta Eva untuk diperiksa lebih lanjut, Akan tetapi, Eva selalu saja menolaknya.    "Lo gak boleh kemana-mana dulu Va. Lo harus stand by dulu disini. Lo tuh harus di rontgen". Kata Dr. Ali.    "Gak bisa li. Gue pengen ketemu anak gue". Ucap Eva.    "Lo tau kan gimana nanti perasaannya Ken ngeliat lo lagi sakit kayak gini? Dia pasti sedih Va. Ini demi anak lo juga Va". Mendengar perkataan tersebut, Eva pun hanya bisa terdiam. Dan akhirnya, Eva mengikuti anjuran dari Dr. Ali dengan 1 syarat. Bahwa hanya Dr. Ali saja yang boleh tahu tentang keadaan Eva. Dr. Ali pun terpaksa menyetujuinya dan langsung memberi alasan kepada Istrinya kalau Eva tidak bisa pulang ke rumah karena pekerjaannya. Setelah itu, Ken menanyakan keberadaan ibu nya ke Nisa.   "Tante, Mama kemana?" tanya Ken.    "Mamamu belum bisa pulang Ken, Ia harus menyelesaikan pekerjaannya dulu. Baru deh dia bisa pulang". Jawab Nisa    "Ken kangen Mama". Ucap Ken dengan nada yang begitu sedih. Nisa pun langsung memeluk Ken dan memberitahu bahwa dia akan segera bertemu Mamanya.    "Tenang ya Nak. Nanti Mama mu pasti pulang kok. Dan Nanti kamu pasti bisa langsung bermain sama Mama mu lagi". Keesokan harinya, Eva merasa dirinya sudah membaik. Dia berkata kepada Dr. Ali bahwa dirinya tidak butuh di Rontgen dan hanya butuh tidur yang cukup saja. Sebenarnya, Dr. Ali masih ingin menyuruh Eva untuk beristirahat di rumah sakit lebih lama lagi karena Dr. Ali merasa masih ada sesuatu yang janggal dari Eva. Namun karena melihat keinginan Eva yang begitu kuat untuk segera bertemu dengan anaknya, Dr. Ali pun terpaksa mempersilahkan Eva untuk pulang ke rumah. Akan tetapi, Dr. Ali menganjurkan Eva untuk sementara waktu bekerja penuh di rumah saja sampai keadaannya benar-benar pulih. Eva pun mengerti dan menerima anjuran dari Dr. Ali dan kembali ke rumah untuk menemui Anak semata wayangnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN