Faisal tampak sibuk dengan kemeja batiknya. Dia berjalan ke sana-ke mari guna mencari sepatu dan kaos kakinya. Bahkan Luna yang tengah sarapan tidak sekalipun dia lihat. Memang seperti itu hubungan mereka setelah Luna berhasil menggugurkan bayinya. Faisal berubah, tidak lagi hangat seperti dulu. "Kamu mau ke mana, Mas?" tanya Luna saat melihat Faisal sedang memakai sepatunya. "Pergi, ada acara." "Nikahan?" tanya Luna sedikit sedih. Bahkan pria itu tidak mengajaknya. "Tunangan," jawab Faisal acuh. Suara ponsel yang berbunyi membuat Faisal menghentikan kegiatannya. Dia mengangkat panggilan itu saat tahu jika Naya yang menghubunginya. "Iya, Naya?" sapa Faisal yang membuat Luna berhenti menikmati makanannya. "Ini Ayah mau berangkat. Keluarga Rezal belum dateng kan?" tanya Faisal kembali

