Chapter 32

1415 Kata

Hembusan angin malam tidak membuat Luna beranjak dari balkon kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, tapi dia masih betah berada di sana, memandang jalanan komplek yang begitu sepi dan sunyi. Luna menghela nafas kasar dan mencengkeram pagar besi dengan erat. Dia ingin sekali berteriak, tapi akal sehatnya masih berfungsi. Dia tidak ingin membangunkan para tetangga yang akan menimbulkan banyak pertanyaan. "Kita nggak akan pisah, karena hanya dengan cara itu kamu nggak akan ganggu Rezal dan Naya lagi." Kalimat yang diucapkan Faisal kembali berputar di kepalanya. Apa pria itu mengetahui rencananya selama ini? Apa yang Faisal ketahui tentang hubungan Rezal dan Naya? Luna tidak begitu mengenal Naya. Mereka hanya bertemu beberapa kali dan itu berhasil membuat Luna khawatir. Mengingat u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN