Malam yang dingin tidak menghentikan langkah Naya untuk masuk ke dalam toko kue milik Tante Maya. Dia masih rutin menitipkan kue di sana. Setelah masa magangnya berakhir, Naya kembali aktif membantu ibunya. Bahkan dia juga mengambil inisiatif untuk memasarkan kue buatan ibunya via online. "Gimana, Tan? Habis nggak kuenya?" "Masih sisa dua, Nay. Tante aja yang beli, biar dimakan sama Edo nanti." Mata Naya berbinar saat menerima uang dari Tante Maya. Lagi-lagi jualan ibunya habis. Setidaknya masih ada kebahagiaan yang datang di tengah permasalahan yang menerpa keluarganya. Naya menghela nafas kasar dan tersenyum kecut. Sampai detik ini, Rezal masih tidak menghubunginya. Naya juga melakukan hal yang sama, dia juga berhenti untuk menghubungi Rezal. Dia merasa malu, malu akan perbuatan ayah

