Suasana kamar mandi yang bernuansa kayu itu tidak membuat Naya tenang. Dia berdiri dengan gelisah di depan cermin yang memantulkan bayangan dirinya. Lagi-lagi dia menyemprotkan parfum ke lehernya untuk memberikan aroma segar. "Nggak, nggak! Jangan banyak-banyak nanti rasanya pait." Naya mengusap lehernya dengan handuk. Namun sedetik kemudian dia menggeleng dan kembali menyemprotkan parfum di tubuhnya. "Di film-film, orang malam pertama lancar bener dah. Kok gue deg-degan," rengek Naya bersandar pada tembok kayu. Dia menatap wajahnya yang tampak menyedihkan. Jauhkan pikiran tentang indahnya kota Seoul, karena sekarang Naya terjebak di villa yang tak jauh dari pantai. Bukan Bali, melainkan Raja Ampat. Ya, Rezal membawanya pergi jauh dari keramaian. Pria itu tak main-main saat menginginkan

