Chapter 40

1605 Kata

Satu tahun kemudian. Mata bulat itu menatap pantulan dirinya di cermin dengan alis yang menyatu. Naya membolak-balik tubuhnya menghadap depan, samping, dan belakang berulang kali guna memastikan kebaya yang dia pakai tampak baik-baik saja. Sadar tidak baik-baik saja, Naya mendengkus dan mengipasi wajahnya karena gerah. "Kenapa lagi sih?" Rezal mengancingkan kemejanya sambil memperhatikan tingkah Naya. "Aku gendut banget, Mas. Liat deh." Naya menunjuk perutnya. "Kalau lagi hamil nggak gendut ya bahaya, Nay." "Ih, aku serius." Naya merengek sambil mengelus perutnya. Rezal mendekat dan memeluk Naya dari belakang. Perlahan dia tersenyum melihat wajah cemberut Naya. Ya, dia berhasil. Rezal berhasil menghamili Naya sebelum wanita itu lulus. Namun beberapa jam lagi, wanitu itu akan resmi lu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN