Di malam yang gelap terlihat seorang pria berdada bidang dan gagah itu tengah duduk di bangku kebesarannya sebari sibuk menghisap rokok yang sejak tadi terus mengeluarkan asap memuakkan bagi siapa saja yang membencinya. Dengan pikiran yang terus berperang, lelaki itu sesekali memejamkan kedua matanya kesal. "Arrgh!" Geram lelaki itu yang kini sudah melempar sepuntung rokoknya hingga jatuh naas di lantai. "Mengapa dendam dan benciku pada saudaraku itu tidak hilang?" Tanya Frans bermonolog. Ya, lelaki yang tengah terlihat frustasi itu adalah Frans. Sejak kepergian Andrew, Zack, Raisa, dan anak buah mereka dari rumahnya, Frans tak henti-hentinya bersikap kasar kepada siapa saja yang masih berada di rumahnya itu. Frans terlihat lebih temprament, dan sangat sensitif. Brak! Atensi Frans se

