“Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu. Selamat sore, Tante Denia, Tante Susan,” ucap Rahes. “Iya. Kamu hati-hati.” “Soal yang tadi, aku harap Tante Denia dan Tante Susan benar-benar menjaga rahasia ini,” kata pria itu kembali mengingatkan keduanya. “Kamu tenang saja, Rahes. Rahasia ini aman di tangan kita,” sahut Susan. “Terima kasih, Tante.” Rahes kemudian pamit untuk menjemput Anna. Sepanjang perjalanan, senyumnya terulas sempurna usai berhasil membuat Melisa malu di depan rekan-rekannya. Ini adalah langkah pertama. Selanjutnya, Rahes akan pikirkan yang setelah ini. Siapa suruh wanita itu semena-mena padanya. Tamparan di pipi Rahes cukup membuktikan jika Melisa adalah wanita yang sangat egois. Sesampainya di kampus, Anna yang melihat mobil sang kekasih segera berlari. Gadis itu m

