Bab 25. Aib yang Terbuka

1310 Kata

“Apa, Tuan?” tanya Rahes ketika ia mendengar Sanjaya berbisik, tapi tidak jelas. Saat itu, Sanjaya buru-buru melepas dekapan dan tersenyum. Ia menatap Rahes dan menggeleng lemah. “Bukan apa-apa. Saya tunggu di kantor besok,” kata pria itu kemudian berlalu. Rahes hanya mengangguk lemah. Ia memutuskan untuk menutup pintu kamarnya dan mengambil duduk di sebuah bangku di depan meja. Entah kenapa, ia merasa ada yang aneh dengan sikap Sanjaya. Walaupun tak yakin apa penyebabnya, tapi ia jadi penasaran dengan apa yang akan pria itu lakukan besok di kantor. “Apa aku udah melakukan kesalahan?” ucap Rahes pada dirinya sendiri. Namun, ia menggeleng lemah. Satu-satunya hal yang salah yang telah ia lakukan adalah mendekati Anna. Nyatanya, Anna bilang sang papa tidak mempermasalahkan hal itu. Kata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN