Anzela mendorong kursi roda yang di duduki Alan untuk menuju Taman Rumah Sakit. Keduanya masih diam saat berada di perjalanan. Anzela masih berkecamuk dengan pikirannya sendiri. Membayangkan hal hal yang mungkin saja bisa terjadi. Berbeda dengan Alan, cowok itu terlihat diam. Memikirkan apa yang akan ia katakan nanti. "Zel," panggil Alan. "Iya?" "Kita ke kursi itu aja," Anzela menganggukan kepalanya tanpa menjawab Alan dengan suara. Gadis itu membawa Alan ke sebuah bangku taman Rumah sakit. Setelah keduanya sampai, Anzela duduk di bangku berwana putih. Dengan Alan yang duduk di kursi Roda. "Zel. Boleh minta tolong lagi?" "Iya.Apa?" "Tolong, Puterin kursi rodanta menghadap ke bangku.." Anzela kembali menganggukan kepalanya sambil melakukan apa yang di perintahkan Alan. Setelahny

