Anzela POV Sudah lama dia pergi. Meninggalkan luka yang cukup berarti untuku. Luka dengan tusukan tajam membuat aku merasakan kepahitan dan rasa duka yang sangat mendalam. Dia pergi, aku harap dengan ketenangan. Dengan kebahagiaan dan dengan keihklasan. Dia tenang di sana, teman priaku yang terbaik. Selama ini aku selalu mengingatnya dengan baik. Menyimpan berjuta kenangan di dalam lubuk hatiku. Aku janji Alan, semua kenangan kita. Dan segala rasa kita akan aku jaga sampai kapan pun. Meskipun aku mengingkarinya, aku ingkar dengan janjiku sendiri untuk tidak menangis lagi. Aku tidak bisa, itu terlalu berat. Air mata ini keluar begitu saja saat telingaku mendengarkan namamu. Sisa sisa waktuku hanya aku habiskan untuk menghibur diriku sendiri, mencari kesibukan untuk bisa melupakanmu. T

