Kamu adalah topeng di balik wajah polos yang lugu, yang membuatku bertekuk lutut detik itu. -Nabilla Shiletta- ••• "Ditunggu Pak Gusti, ruang kepsek, sekarang." Singkat, padat, dan jelas, tentu saja pemilik suara itu adalah Ragil. Ia memandang malas ke arah Raqa yang sedang fokus menyesap rokoknya sambil duduk di sofa. Meski berada di ruang OSIS, cowok itu sama sekali tidak memikirkan akibatnya. "Lu aja dah sana, gue males," ujar Raqa, ia menghembuskan asap rokoknya ke udara. "Oh ya, kasih tau sama tuh bapak tua acara MOS gue persingkat cuma tiga hari, kagak ada yang namanya kemah akhir pekan. Ribet." Semua mata yang berada di sana memandang heran Raqa, Bryn, Ragil, Juan, dan Chatrine saling tatap tidak percaya. "Lu yang bener, Rak piring. Sekolah kita elit, mikir panjang dikitlah.

